India Klaim Berhasil Kendalikan Kasus Virus Nipah di Benggala Barat

AKURAT.CO Pemerintah India menyatakan berhasil melakukan penanganan cepat terhadap virus Nipah setelah dua kasus terkonfirmasi di negara bagian Benggala Barat. Otoritas menegaskan penyebaran virus mematikan tersebut telah berhasil dikendalikan sejak awal.
Kementerian Kesehatan India dalam pernyataan tertulis pada Selasa (27/1) menyebutkan pihaknya telah meningkatkan pengawasan, pemeriksaan laboratorium, serta penyelidikan lapangan guna mencegah penularan lebih lanjut.
“Pengawasan diperketat, pengujian laboratorium, dan investigasi lapangan telah dilakukan sehingga memastikan penanganan kasus secara tepat waktu,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan India.
Pemerintah tidak merinci kondisi dua pasien yang terinfeksi. Namun, otoritas menyatakan situasi saat ini berada dalam pemantauan ketat dan seluruh langkah kesehatan masyarakat telah diterapkan.
Sebanyak 196 orang yang diketahui melakukan kontak erat dengan pasien telah ditelusuri. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya dinyatakan negatif virus Nipah.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia dan belum memiliki vaksin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tingkat kematian akibat virus ini berkisar antara 40 hingga 75 persen.
Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1998 setelah menyebar di kalangan peternak babi di Malaysia. Di India, wabah pertama dilaporkan terjadi di Benggala Barat pada 2001.
Pada 2018, wabah Nipah di negara bagian Kerala menewaskan sedikitnya 17 orang. Sementara pada 2023, dua kematian akibat virus yang sama juga dilaporkan di wilayah selatan India tersebut.
Gejala infeksi Nipah meliputi demam tinggi, muntah, dan gangguan pernapasan. Pada kasus berat, virus ini dapat menyebabkan kejang serta peradangan otak yang berujung koma.
Kelelawar pemakan buah diketahui sebagai inang alami virus Nipah dan dianggap sebagai sumber utama penularan pada sejumlah wabah sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








