Ketua Partai Pemenang Pemilu Serukan Persatuan Nasional Setelah Bangladesh Porak-Poranda

AKURAT.CO Ketua Bangladesh Nationalist Party (BNP), Tarique Rahman, menyerukan persatuan nasional untuk membangun kembali Bangladesh setelah partainya meraih kemenangan mayoritas dua pertiga dalam pemilihan umum terbaru.
BNP mencatat kemenangan telak dalam pemilu yang digelar Kamis lalu dengan mengamankan 209 kursi dari total 300 kursi parlemen. Dengan hasil tersebut, BNP dipastikan membentuk pemerintahan baru dan Tarique Rahman diproyeksikan menjabat sebagai perdana menteri.
Aliansi yang dipimpin Jamaat-e-Islami memperoleh 77 kursi dan akan menempati bangku oposisi. Sementara itu, partai Awami League yang dipimpin Sheikh Hasina tidak diizinkan mengikuti pemilu. Pemerintahan Sheikh Hasina sebelumnya digulingkan pada 2024 setelah gelombang protes mahasiswa dan tindakan represif yang menewaskan sekitar 1.400 orang.
Dalam pidato pertamanya sejak pemilu, Rahman menyatakan pemerintah baru mulai bekerja di tengah kondisi ekonomi yang rapuh, lemahnya institusi konstitusi, serta situasi hukum dan ketertiban yang belum stabil.
“Kami mulai memimpin di saat ekonomi masih rapuh, lembaga konstitusi tidak efektif, serta kondisi hukum dan ketertiban yang lemah akibat rezim fasis sebelumnya. Namun jika kekuatan rakyat bersama kami, tidak ada rintangan yang bisa menghentikan,” ujarnya.
Terkait kebijakan luar negeri, Rahman menegaskan pemerintahannya tidak akan berpihak pada negara tertentu, melainkan menetapkan arah diplomasi berdasarkan kepentingan nasional Bangladesh.
“Persatuan nasional adalah kekuatan kami, perpecahan adalah kelemahan kami,” kata Rahman, mengajak seluruh elemen bangsa tetap bersatu. “Kemenangan ini milik demokrasi, milik Bangladesh, dan milik rakyat pencinta demokrasi. Mulai hari ini, kita bebas.”
Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk ketidakadilan maupun aktivitas ilegal.
“Kami tidak akan menerima penindasan pihak kuat terhadap yang lemah dengan alasan apa pun, tanpa memandang partai, pandangan, agama, etnis, atau perbedaan pendapat,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








