Kandidat Pemilu Ditembak Mati, Gelombang Protes Guncang Bangladesh

AKURAT.CO Kerusuhan Bangladesh pecah di sejumlah kota setelah meninggalnya tokoh pemuda dan kandidat pemilu, Sharif Osman Hadi, pada Kamis (18/12). Aksi protes disertai kekerasan terjadi di Dhaka dan beberapa wilayah lain, memicu kekhawatiran meningkatnya instabilitas menjelang pemilu nasional Bangladesh yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari mendatang.
Sharif Osman Hadi, juru bicara platform politik Inquilab Mancha, sebelumnya ditembak di bagian kepala oleh pelaku bertopeng saat meluncurkan kampanye pemilu di Dhaka pekan lalu. Hadi sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat sebelum diterbangkan ke Singapura untuk penanganan medis lanjutan.
Namun, setelah enam hari dirawat dengan alat bantu hidup, ia dinyatakan meninggal dunia. Kematian Hadi memicu gelombang demonstrasi, termasuk perusakan kantor media besar seperti Prothom Alo dan The Daily Star, sebagaimana terlihat dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
Pemerintah sementara Bangladesh di bawah pimpinan peraih Nobel, Muhammad Yunus, menyerukan ketenangan dan menjanjikan penyelidikan transparan atas kasus tersebut. Yunus menegaskan bahwa kematian Hadi merupakan kehilangan besar bagi demokrasi Bangladesh dan meminta masyarakat menahan diri agar proses pemilu tetap berjalan kredibel.
Pemerintah menetapkan Sabtu sebagai hari berkabung nasional, dengan bendera setengah tiang dan doa bersama, sementara aparat keamanan dikerahkan untuk mencegah meluasnya kerusuhan, termasuk di kota pelabuhan Chittagong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









