Setelah Menolak Selama 20 Tahun, Korea Selatan akhirnya Izinkan Google Ekspor Data Peta Presisi Tinggi

AKURAT.CO Pemerintah Korea Selatan pada Jumat menyetujui permintaan Google untuk mengekspor data peta presisi tinggi ke server di luar negeri. Keputusan ini menjadi perubahan besar setelah hampir dua dekade permohonan serupa ditolak dengan alasan keamanan nasional.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan menyatakan persetujuan diberikan dengan syarat Google memenuhi persyaratan keamanan yang ketat.
Wajib Lindungi Fasilitas Militer
Dalam keterangannya, pemerintah mewajibkan Google mengaburkan lokasi fasilitas militer dan area sensitif lainnya yang berkaitan dengan keamanan nasional. Selain itu, koordinat garis lintang dan bujur wilayah Korea Selatan harus dibatasi dalam produk seperti Google Maps dan Google Earth.
Google juga diwajibkan memproses data peta di server yang berbasis di dalam negeri. Perusahaan asal Amerika Serikat itu hanya diperbolehkan mengekspor data navigasi dan layanan petunjuk arah yang telah disetujui pemerintah.
Pemerintah Korea Selatan tetap memiliki kewenangan untuk meminta revisi peta jika diperlukan. Selain itu, Google harus membangun sistem pencegahan insiden keamanan guna merespons keadaan darurat.
Dominasi Aplikasi Lokal
Korea Selatan merupakan salah satu dari sedikit negara di mana layanan Google Maps tidak berfungsi optimal. Kondisi ini membuat perusahaan lokal seperti Naver dan Kakao mendominasi pasar layanan peta digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








