Rudal Iran Hantam Permukiman Israel, 9 Tewas dan Puluhan Luka

AKURAT.CO Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dalam serangan rudal Iran yang menghantam kota Beit Shemesh, Israel.
Rudal tersebut menghantam kawasan permukiman warga.
Serangan itu menghancurkan sebuah sinagoge serta menyebabkan kerusakan parah pada tempat perlindungan bom (bunker) publik dan sejumlah rumah di sekitarnya.
Tim penyelamat menyatakan sejumlah jenazah tambahan berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan.
Selain korban meinggal, sebanyak 28 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dengan dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus berkembang.
Situasi keamanan di kawasan dilaporkan masih sangat dinamis, dengan potensi dampak lebih luas terhadap stabilitas regional.
Ali Khamenei Tewas
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut laporan tersebut, Khamenei disebut tewas saat berada di kantornya pada Sabtu dini hari. Media negara menyatakan bahwa saat kejadian, ia sedang menjalankan tugas kenegaraan seperti biasa.
Baca Juga: BGN Pastikan Anggaran MBG Tak Ganggu Pagu Kemenkes dan Kemendikdasmen
“Serangan pengecut ini terjadi pada dini hari Sabtu,” demikian pernyataan yang dikutip dari media resmi Iran.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Khamenei.
“Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan sedang berduka atasnya, seorang pemimpin yang unik dalam kemurnian jiwa, kekuatan iman, kecerdikan dalam urusan negara, keberanian menghadapi pihak yang arogan, serta perjuangan di jalan Tuhan,” bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah Iran juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Serangan yang diklaim menewaskan Khamenei merupakan bagian dari operasi militer besar yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut momen ini sebagai “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.”
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan. Laporan menyebutkan adanya serangan yang menghantam wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk. Situasi ini memicu ketegangan luas di kawasan Timur Tengah.
Di dalam negeri Iran, serangan tersebut memicu kepanikan. Warga dilaporkan mulai meninggalkan beberapa kota besar karena khawatir konflik akan semakin meluas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








