Iran Ancam akan Perluas Serangan ke Eropa, Jika Mereka Ikut Campur

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat kian meningkat setelah Teheran melontarkan peringatan keras kepada Eropa. Pemerintah Iran menegaskan akan menganggap setiap campur tangan negara Eropa dalam konflik saat ini sebagai tindakan perang, dan tidak menutup kemungkinan memperluas serangan balasan hingga ke wilayah Eropa.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran, Rabu (4/3).
“Itu akan menjadi tindakan perang. Tindakan apa pun terhadap Iran akan dianggap sebagai keterlibatan dengan para agresor,” kata Baghaei seperti dikutip media pemerintah Iran.
Menurutnya, dalih langkah “defensif” yang disampaikan sejumlah negara Eropa tidak dapat dibenarkan.
“Defensif sama artinya dengan ofensif. Tidak masuk akal jika mereka ingin menghilangkan kemampuan Iran untuk melawan agresor,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa Iran akan memperluas serangan jika negara-negara Eropa berpihak pada pihak yang memulai serangan terhadap Teheran. “Akan sangat disayangkan jika mereka berpihak pada para agresor,” tambahnya.
Peringatan Iran muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan militer di sejumlah negara Eropa. Beberapa pemerintah di kawasan itu menyatakan tengah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi ancaman rudal Iran, menyusul kekhawatiran konflik meluas ke luar Timur Tengah.
Situasi memanas setelah drone tempur yang diduga buatan Iran menyerang pangkalan Angkatan Udara Inggris di Akrotiri, Siprus, pada Senin (2/3). Siprus merupakan anggota Uni Eropa. Sejumlah pejabat meyakini drone tersebut diluncurkan dari Lebanon, kemungkinan oleh kelompok Hizbullah.
Insiden itu mendorong Inggris memperkuat pertahanan di pangkalan militernya di kawasan Mediterania. Laporan media setempat menyebut Perdana Menteri Keir Starmer sedang mempertimbangkan pengerahan kapal perang untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Di sisi lain, Prancis juga meningkatkan kesiapan militernya. Presiden Emmanuel Macron memerintahkan kapal induk Prancis bergerak ke Timur Tengah guna melindungi warga dan fasilitas Prancis di kawasan, serta mendukung negara-negara yang menjadi sasaran serangan balasan Iran atas operasi militer Israel dan Amerika Serikat.
Sumber: Aljazeera
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






