Iran Mengancam Pasar Energi Global akan Terguncang jika Pulau Kharg Diserang

AKURAT.CO Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur minyak di Pulau Kharg dapat mengguncang pasar energi global. Teheran menyatakan tindakan tersebut berpotensi menciptakan dinamika baru yang berbahaya bagi harga dan distribusi minyak dunia.
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, menyampaikan peringatan itu melalui unggahan di platform media sosial X milik perusahaan Amerika Serikat pada Senin (16/3).
Ia menyinggung pengalaman sebelumnya terkait Selat Hormuz yang sempat memengaruhi harga minyak global.
“Jika pengendalian cerdas atas selat itu telah menciptakan indeks baru bagi harga minyak, maka serangan terhadap Kharg akan menciptakan persamaan baru yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi tarif serta distribusi energi global,” tulisnya.
Sebelumnya pada Jumat (13/3), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah menghancurkan seluruh target militer di Pulau Kharg. Ia juga mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di pulau tersebut apabila Iran terus menghalangi kapal-kapal di Selat Hormuz.
Sumber:
Baca Juga: Trump Dilaporkan Tolak Usulan Putin Soal Pemindahan Uranium Iran ke Rusia
Pulau Kharg merupakan pusat utama ekspor minyak Iran yang menangani sekitar 90% hingga 95% ekspor minyak mentah negara itu. Pada 2025, pulau tersebut menyalurkan rata-rata 1,54 juta hingga 1,7 juta barel minyak per hari.
Pulau ini menjadi komponen penting dalam sistem energi Iran sekaligus sumber utama pendapatan pemerintah.
Iran sendiri dilaporkan secara efektif menutup Selat Hormuz sejak 1 Maret, setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap negara itu pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sejak itu, eskalasi konflik terus meningkat. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah wilayah di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang disebut menampung aset militer AS. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, merusak sebagian infrastruktur sipil, serta memicu dampak pada pasar global dan penerbangan internasional.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









