TERBARU! Balasan Iran Usai Dibom AS Dibongkar Tangan Kanan Pemimpin Tertinggi, Apa Rencananya?

AKURAT.CO Pasukan militer Amerika Serikat (AS) telah menyerang tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Sabtu (22/6/2025).
Serangan ini memicu seruan balasan dari tangan kanan pemimpin tertinggi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran menyimpan semua opsi dalam menanggapi serangan tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
Latar Belakang Serangan AS
Serangan AS pada Sabtu (21/6/2025), menandai keterlibatan langsung AS dalam konflik Timur Tengah antara Iran dan Israel yang telah berlangsung selama lebih dari seminggu.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa serangan tersebut berhasil menghancurkan fasilitas nuklir Iran dan mengancam serangan lebih lanjut jika Iran tidak segera berdamai.
Israel mengklaim telah berkoordinasi penuh dengan AS dalam perencanaan serangan tersebut.
AS menggunakan 125 pesawat militer, termasuk tujuh pesawat pengebom siluman B-2, dalam operasi yang dinamakan "Midnight Hammer".
Rudal jelajah Tomahawk juga diluncurkan dari kapal selam AS ke sasaran di Isfahan.
Bom penghancur bunker Massive Ordnance Penetrators (MOP) GBU-57 yang mampu menembus beton setebal 18 meter dan tanah sedalam 61 meter digunakan untuk menyerang fasilitas nuklir Fordow yang tersembunyi jauh di bawah tanah.
Meskipun pejabat Iran mengonfirmasi serangan tersebut, mereka membantah bahwa serangan AS menyebabkan kerusakan dahsyat.
Namun, citra satelit pada 22 Juni menunjukkan enam kawah baru di fasilitas nuklir Fordow, mengindikasikan titik masuk amunisi AS.
Rencana Balasan Iran
Menanggapi serangan AS, penasihat terkemuka pemimpin tertinggi Iran, Hossein Shariatmadari, menyerukan serangan rudal ke kapal-kapal milik Angkatan Laut AS.
Selain itu, Iran juga berencana untuk menutup Selat Hormuz, yang merupakan rute pengiriman minyak utama di dunia.
Iran telah melancarkan serangan balas dendam dengan menembakkan rentetan rudal yang menghantam sebagian Tel Aviv dan Haifa di Israel, melukai setidaknya 86 orang.
Beberapa skenario balasan Iran yang mungkin terjadi:
1. Tidak Melakukan Apa Pun: Skenario ini dapat menyelamatkan Iran dari serangan AS lebih lanjut dan membuka jalur diplomatik. Namun, hal ini membuat pemerintah Iran tampak lemah setelah memperingatkan konsekuensi serius.
2. Membalas dengan Keras dan Cepat: Iran memiliki persenjataan rudal balistik yang besar dan daftar target 20 pangkalan AS di Timur Tengah.
Iran juga dapat meluncurkan "serangan berkelompok" terhadap kapal perang Angkatan Laut AS menggunakan pesawat nirawak dan kapal torpedo cepat.
Seorang komentator di media pemerintah Iran bahkan menyatakan bahwa setiap warga negara atau personel militer AS di kawasan itu kini menjadi sasaran sah.
3. Membalas Nanti pada Waktu yang Dipilih Sendiri: Iran bisa menunggu hingga ketegangan mereda sebelum meluncurkan serangan mendadak saat pangkalan AS tidak lagi dalam keadaan siaga maksimum.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa AS telah memulai perang berbahaya melawan Iran dengan menyerang fasilitas nuklir. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa AS harus menerima tanggapan atas agresi mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










