Presiden Masoud Pezeshkian: Iran Siap Akhiri Perang dengan AS-Israel, Tetapi dengan Catatan

AKURAT.CO Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan negaranya memiliki itikad yang cukup untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat, dengan syarat adanya jaminan konflik tidak akan terulang.
Dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, pada Selasa (2/4/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa penghentian konflik hanya dapat dilakukan jika syarat-syarat utama terpenuhi, terutama jaminan untuk mencegah terjadinya kembali agresi.
“Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, dengan catatan kondisi penting terpenuhi, khususnya jaminan untuk mencegah pengulangan agresi,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip dari pernyataan resmi kantornya.
Sebelumnya, Iran juga telah mengajukan proposal tandingan berisi lima poin sebagai respons atas rencana perdamaian 15 poin yang diajukan Amerika Serikat. Proposal tersebut menekankan penghentian serangan serta pembentukan mekanisme jaminan agar konflik tidak kembali terjadi.
Pezeshkian menegaskan bahwa solusi utama untuk menormalkan situasi adalah penghentian serangan militer yang disebutnya sebagai tindakan agresi.
Kritik Sikap Eropa
Dalam kesempatan tersebut, Pezeshkian juga memperingatkan bahwa setiap “intervensi” eksternal dalam konflik akan membawa konsekuensi serius. Ia mengkritik sikap Eropa yang dinilai diam terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Ia menyebut sikap tersebut tidak sejalan dengan klaim Eropa terkait penegakan hak asasi manusia, serta mendesak negara-negara Eropa untuk menyesuaikan kebijakan mereka dengan hukum internasional.
Sementara itu, Costa menyatakan bahwa Eropa tidak mendukung serangan terhadap Iran dan menyampaikan kekhawatiran atas dampak global dari konflik tersebut. Ia juga menyerukan deeskalasi dan kembalinya jalur diplomasi.
Ratusan Perempuan dan Anak Tewas
Pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 249 perempuan dan 216 anak-anak tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak konflik dimulai bulan lalu.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan seluruh korban merupakan warga sipil, termasuk 17 anak di bawah usia lima tahun.
Selain korban jiwa, serangan terhadap infrastruktur sipil juga menyebabkan korban tambahan, termasuk di fasilitas sumber daya alam dan pusat amal di kota Fardis, Iran tengah, yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya.
Pemerintah Iran menyebut lebih dari 105 ribu lokasi sipil menjadi sasaran serangan, termasuk puluhan ribu bangunan di Teheran yang mengalami kerusakan.
Lebih dari 113 Ribu Fasilitas Sipil Rusak
Iranian Red Crescent Society melaporkan lebih dari 113 ribu fasilitas sipil mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Kerusakan meliputi 90.063 rumah, 21.059 fasilitas komersial, 760 pusat pendidikan, serta 18 fasilitas milik organisasi tersebut. Selain itu, tiga helikopter bantuan juga dilaporkan rusak.
Menurut otoritas Iran, sejak 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer ke wilayah Iran yang menyebabkan ribuan korban jiwa.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







