Presiden Korea Selatan Bagikan Video Dugaan Tentara Israel Aniaya Anak Palestina

AKURAT.CO Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung membagikan sebuah video di media sosial pada Jumat yang berisi dugaan aksi kekerasan tentara Israel terhadap seorang anak Palestina. Ia meminta keaslian video tersebut diverifikasi serta adanya pertanggungjawaban jika terbukti benar.
Dalam unggahannya di platform X, Lee menekankan pentingnya memastikan autentisitas rekaman tersebut dan menilai langkah yang telah diambil terkait insiden yang dituduhkan.
Baca Juga: Meski Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Terbesar ke Lebanon yang Tewaskan 250 Orang
Ia juga menyoroti seriusnya tuduhan tersebut dengan membandingkannya dengan kejahatan perang di masa lalu, seperti praktik perbudakan seksual terhadap perempuan penghibur serta pembantaian terhadap orang Yahudi.
Video tersebut sebelumnya diunggah oleh akun bernama Jvnior dengan keterangan bahwa tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina sebelum melemparkannya dari atap bangunan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







