Pemilu Lokal Digelar di Gaza dan Tepi Barat, Warga Palestina Mencoblos untuk Pertama Kali dalam 20 Tahun

AKURAT.CO Warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat menggelar pemilu lokal pada Sabtu (25/4/2026), menandai pemungutan suara pertama dalam hampir dua dekade di wilayah Gaza.
Pemilihan berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk kota Deir al-Balah di Gaza tengah yang relatif paling minim kerusakan akibat serangan Israel sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023. Warga di kota tersebut untuk pertama kalinya memberikan suara sejak 2006.
Pemilu ini diselenggarakan oleh Otoritas Palestina dan juga berlangsung di berbagai wilayah Tepi Barat. Seluruh kandidat diwajibkan sejalan dengan Organisasi Pembebasan Palestina, termasuk mengakui negara Israel dan mendukung solusi dua negara.
Pemilu terakhir di Tepi Barat digelar pada 2022, sementara di Gaza tidak pernah diadakan lagi sejak Hamas mengambil alih wilayah tersebut sekitar dua dekade lalu. Dalam pemilu kali ini, Hamas tidak diizinkan berpartisipasi.
Hasil pemungutan suara diperkirakan diumumkan pada Sabtu malam atau Minggu.
Seorang pemilih, Salama Badwan, menyebut pemilu ini sebagai momen penting bagi demokrasi Palestina. Ia datang ke tempat pemungutan suara bersama istri dan anaknya.
“Ini adalah perayaan demokrasi Palestina yang sesungguhnya. Perubahan harus dilakukan melalui kotak suara,” ujarnya.
Partisipasi Terbatas Akibat Kerusakan
Sekitar 70.000 warga Palestina di Deir al-Balah atau sekitar 5% dari total populasi Gaza memenuhi syarat untuk memilih. Rendahnya jumlah pemilih disebabkan banyak lokasi pemungutan suara hancur, termasuk fasilitas dan perlengkapan seperti kotak suara.
Dalam pemilu ini, faksi Fatah mendominasi pencalonan. Pemungutan suara dilakukan untuk memilih anggota 90 dewan kota dan 93 dewan desa. Sementara itu, 42 dewan kota dan 155 dewan desa lainnya ditentukan tanpa pemungutan suara.
Meski tidak ikut serta, Hamas menyambut pelaksanaan pemilu di Gaza dan berharap seluruh wilayah Palestina dapat memilih pemimpin mereka secara mandiri. Namun, setelah memenangkan pemilu pada 2006, Hamas mengambil alih Gaza dari Fatah melalui konflik yang kerap disertai kekerasan dan sejak itu tidak lagi menggelar pemilu.
Pemilu ini berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang masih sulit, sekaligus menjadi indikator upaya menghidupkan kembali proses demokrasi di wilayah Palestina.
Sumber: UPI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








