Akurat Logo

Ancaman Drone Hizbullah Meningkat, Militer Israel Pangkas Waktu Pendaratan Helikopter di Lebanon

Fitra Iskandar | 30 April 2026, 06:37 WIB
Ancaman Drone Hizbullah Meningkat, Militer Israel Pangkas Waktu Pendaratan Helikopter di Lebanon
Militer Israel Pangkas Waktu Pendaratan Helikopter di Lebanon. Foto: gov.il

AKURAT.CO Militer Israel memutuskan memangkas durasi pendaratan helikopter di wilayah Lebanon sebagai langkah mengurangi risiko terdeteksi dan diserang oleh kelompok Hizbullah.

Kebijakan ini dilaporkan oleh Army Radio pada Rabu, sebagai bagian dari strategi baru menghadapi ancaman drone bermuatan bahan peledak yang semakin intens diluncurkan Hizbullah ke arah pasukan Israel.

Strategi Baru Hadapi Serangan Drone

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa perwakilan militer Israel telah memaparkan langkah-langkah antisipasi dalam rapat tertutup di Knesset awal pekan ini.

Sejumlah langkah yang diambil antara lain peningkatan kemampuan senjata individu prajurit untuk menghadapi drone, termasuk penggunaan optik khusus dan amunisi fragmentasi guna meningkatkan akurasi tembakan terhadap target udara.

Evakuasi Medis Jadi Fokus Risiko

Militer juga menekankan pengurangan waktu pendaratan helikopter, khususnya dalam misi evakuasi medis. Langkah ini diambil untuk meminimalkan peluang Hizbullah melacak posisi helikopter dan melancarkan serangan.

Keputusan ini muncul setelah insiden terbaru yang melukai sejumlah tentara Israel akibat serangan drone Hizbullah yang menargetkan helikopter saat menjalankan misi evakuasi.

Serangan Berlanjut Meski Gencatan Senjata

Dalam beberapa waktu terakhir, Hizbullah meningkatkan serangan drone dan rudal terhadap pasukan serta kendaraan militer Israel di Lebanon selatan. Serangan ini disebut sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata sementara oleh Israel.

Gencatan senjata tersebut sebelumnya diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 17 April selama 10 hari, sebelum kemudian diperpanjang selama tiga minggu.

Korban Terus Bertambah

Data resmi Lebanon mencatat, sejak 2 Maret, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.534 orang, melukai 7.863 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1,6 juta warga mengungsi.

Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang masih terus berlangsung di kawasan, meski upaya gencatan senjata telah dilakukan.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.