Hizbullah Tolak Hasil Negosiasi Lebanon dan Israel: Tidak Berlaku bagi Kami!

AKURAT.CO Seorang anggota parlemen dari kelompok Hizbullah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengakui maupun menjalankan hasil negosiasi yang tengah berlangsung. Pernyataan ini menegaskan sikap keras kelompok tersebut di tengah dinamika konflik yang terus berkembang.
Anggota parlemen Hassan Fadlallah menyatakan secara tegas bahwa setiap kesepakatan yang lahir dari proses negosiasi tidak akan mengikat Hizbullah.
“Negosiasi, dengan semua hasilnya, tidak ada kaitannya dengan kami. Kami tidak akan melaksanakannya, dan kami juga tidak akan membiarkannya diberlakukan,” ujar Fadlallah.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara peringatan untuk para pejuang yang oleh Hizbullah disebut sebagai “Perlawanan Islam”. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen kelompoknya untuk menolak segala bentuk tekanan atau kesepakatan yang dianggap merugikan.
“Kami akan menggagalkan setiap konspirasi yang menargetkan perlawanan,” tambahnya.
Fadlallah menilai, keputusan politik hasil negosiasi tidak lebih penting dibandingkan situasi di medan perang yang sedang berlangsung saat ini. Menurutnya, realitas konflik di lapangan menjadi faktor utama yang menentukan sikap Hizbullah.
“Apa yang terjadi di medan perang lebih penting daripada hasil kesepakatan politik,” katanya.
Ia juga menyinggung pengorbanan yang telah dilakukan dalam konflik tersebut, terutama oleh warga di wilayah selatan Lebanon.
“Ada harga dan pengorbanan yang kita bayar hari ini dalam perang ini. Masyarakat di Lebanon selatan menanggung beban itu demi membela seluruh Lebanon,” tegasnya.
Pernyataan ini memperjelas posisi Hizbullah yang tetap bertahan pada garis keras, sekaligus membuka potensi meningkatnya ketegangan terkait hasil negosiasi yang sedang berlangsung.
Sumber: Voiceofemirates
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







