Akurat Logo

Ledakan Dahsyat Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka

Fitra Iskandar | 5 Mei 2026, 12:47 WIB
Ledakan Dahsyat Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka
Ledakan pabrik kembang api di China. Foto: Anadolu

AKURAT.CO Sedikitnya 21 orang tewas dan 61 lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan besar di sebuah pabrik kembang api di China, Selasa waktu setempat. Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan industri paling mematikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut laporan Xinhua News Agency, ledakan terjadi pada Senin sore di fasilitas milik Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Company yang berlokasi di Liuyang, wilayah administratif di bawah Changsha, Provinsi Hunan.

Tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi. Lebih dari 480 personel dari lima tim diterjunkan, termasuk penggunaan robot penyelamat untuk menjangkau area berbahaya.

Otoritas setempat menyebut lokasi ledakan berada dekat dua gudang bubuk hitam—bahan utama kembang api—yang meningkatkan risiko ledakan susulan. Warga di sekitar lokasi pun segera dievakuasi dan zona aman diberlakukan.

Hingga Selasa pagi, operasi pencarian tahap awal telah selesai dilakukan dengan konfirmasi jumlah korban. Para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara pencarian lanjutan masih berlangsung.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Manajemen Darurat mengirimkan tim ahli guna membantu proses evakuasi sekaligus menyelidiki penyebab insiden.

Polisi juga telah menahan penanggung jawab perusahaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Presiden Xi Jinping memerintahkan upaya maksimal dalam pencarian korban hilang dan penanganan korban luka. Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan keselamatan kerja yang lebih ketat serta penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Perdana Menteri Li Qiang turut mendesak peningkatan standar keselamatan di tempat kerja guna mencegah tragedi serupa terulang.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.