Trump Tunda ‘Project Freedom’ di Selat Hormuz, Klaim Ada Kemajuan Besar Menuju Kesepakatan dengan Iran

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan sementara operasi militer bertajuk Project Freedom di Selat Hormuz. Keputusan ini diambil di tengah klaim adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi antara Washington dan Teheran.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social pada Selasa, Trump menyebut proyek tersebut dihentikan “untuk waktu singkat” guna membuka peluang tercapainya kesepakatan final dengan Iran. Ia juga menegaskan keputusan ini diambil atas permintaan Pakistan yang berperan sebagai mediator.
Meski demikian, Trump memastikan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan.
Latar Belakang: Ketegangan di Selat Hormuz
Project Freedom sebelumnya diluncurkan pada akhir pekan lalu sebagai upaya militer AS untuk mengawal kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz—jalur vital selebar sekitar 21 mil yang dilalui hampir 20 persen pasokan minyak dunia.
Ketegangan meningkat sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, yang direspons Teheran dengan upaya mengendalikan jalur tersebut. Akibatnya, lalu lintas kapal menurun drastis dan harga minyak global melonjak.
Komando militer AS United States Central Command menyebut pihaknya telah membantu dua kapal berbendera AS melintasi selat, serta menghubungi puluhan kapal lain yang tertahan di Teluk Persia.
Serangan dan Eskalasi Militer
Situasi di lapangan masih memanas. Dua kapal perusak Angkatan Laut AS dilaporkan menghadapi serangan rudal, drone, dan kapal kecil Iran saat melintasi selat. Serangan tersebut berhasil ditangkis tanpa korban.
Komandan United States Central Command, Laksamana Brad Cooper, menyatakan pihaknya menghancurkan enam kapal kecil Iran sebagai respons. Namun, Iran membantah klaim tersebut dan bahkan mengklaim berhasil menyerang kapal perang AS—yang dibantah Washington.
Serangan juga dilaporkan menimpa kapal dagang non-AS, termasuk kapal kargo milik perusahaan Prancis dan tanker minyak dari Abu Dhabi. Uni Emirat Arab turut melaporkan serangan drone dan rudal dari Iran.
Ancaman dan Diplomasi Berjalan Bersamaan
Di tengah eskalasi, Trump melontarkan peringatan keras bahwa Iran akan “dihancurkan” jika mengganggu pelayaran di Selat Hormuz. Namun, pejabat AS menegaskan gencatan senjata yang disepakati bulan lalu masih berlaku.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa gencatan senjata belum berakhir, sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut Project Freedom sebagai operasi defensif.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai “Project Deadlock” yang berpotensi mengganggu proses diplomasi. Ia menegaskan bahwa krisis politik tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan militer.
Nasib Perundingan Masih Abu-abu
Hingga kini, belum jelas sejauh mana kemajuan negosiasi AS-Iran. Sejumlah isu utama masih menjadi ganjalan, termasuk ambisi Iran mengontrol Selat Hormuz dan program nuklirnya.
Trump mengungkapkan Iran telah mengajukan proposal perdamaian baru, namun ia meragukan kelayakannya. Sementara itu, Teheran menyatakan masih mengkaji respons AS terhadap usulan tersebut.
Penundaan Project Freedom menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meski ketegangan militer di kawasan tetap tinggi dan berpotensi memicu konflik lebih luas.
Sumber: CBSNews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







