Bolivia Memanas! Pendukung Evo Morales Ancam Lumpuhkan Negara Usai Surat Penangkapan Diterbitkan

AKURAT.CO Situasi politik di Bolivia semakin memanas setelah pendukung mantan presiden Evo Morales mengancam akan “mengguncang negara” menyusul keputusan pengadilan yang kembali menerbitkan surat penangkapan terhadap tokoh politik tersebut.
Ketegangan memuncak pada Senin waktu setempat ketika pengadilan menyatakan Morales mangkir dari persidangan kasus dugaan perdagangan manusia berat dan pemerkosaan anak di bawah umur. Jaksa menyebut proses hukum tidak dapat dilanjutkan sampai Morales hadir di pengadilan atau ditangkap aparat keamanan.
Morales, yang memimpin Bolivia selama periode 2006 hingga 2019, diketahui masih bertahan di wilayah penghasil coca Chapare sejak Oktober 2024. Kawasan itu merupakan basis utama kekuatan politik dan serikat pendukungnya.
Ribuan petani coca dilaporkan berjaga di sekitar wilayah tersebut untuk mencegah kemungkinan penggerebekan oleh polisi.
“Jika mereka menyentuh Evo Morales, Bolivia akan bergolak,” kata pemimpin petani coca, Dieter Mendoza, dalam wawancara di radio Kawsachun Coca.
Ia menegaskan penangkapan Morales justru akan memicu pemberontakan besar di seluruh Bolivia. Mendoza juga meminta warga Cochabamba Tropics tetap siaga dan “siap bertempur” menghadapi kemungkinan operasi aparat.
Kasus yang menjerat Morales berawal dari tuduhan bahwa saat masih menjabat presiden, ia menjalin hubungan dengan seorang gadis berusia 15 tahun hingga memiliki seorang anak perempuan. Berdasarkan dokumen penyelidikan, orang tua korban diduga menyetujui hubungan tersebut sebagai imbalan atas berbagai keuntungan.
Jaksa utama kasus itu, Luis Gutierrez, mengatakan sidang kini dibekukan tanpa batas waktu sampai Morales dan ibu korban hadir atau dibawa paksa oleh aparat penegak hukum.
Pengadilan Bolivia juga menegaskan status Morales sebagai buronan dengan menerbitkan surat perintah penangkapan baru serta larangan bepergian ke luar negeri. Langkah itu memperkuat keputusan serupa yang sudah berlaku sejak Morales gagal menghadiri sidang praperadilan pada Januari 2025.
Sementara itu, tim hukum Morales membantah kliennya sengaja mangkir. Mereka menilai pemanggilan sidang tidak sah karena pemberitahuan hanya diumumkan melalui media cetak dan tidak dikirim langsung ke kediaman Morales.
Morales dan para pendukungnya juga menuduh kasus tersebut sebagai bentuk “persekusi politik” yang dilakukan pemerintahan Presiden Rodrigo Paz untuk menghalangi langkah Morales kembali ke panggung kekuasaan.
Krisis ini diperkirakan dapat memperburuk stabilitas politik Bolivia yang dalam beberapa tahun terakhir terus dilanda konflik antara kubu pemerintah dan loyalis mantan presiden tersebut.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9Gibran Instruksikan Menteri Bergerak Cepat Jawab Keluhan Petani dan Nelayan Gorontalo
- 10Produk Cokelatnya Mendunia, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan



