Akurat Logo

Respons Gelombang Blokade dan Protes Anti-Pemerintah, Bolivia Tetapkan Status Darurat Nasional

Fitra Iskandar | 20 Juni 2026, 21:42 WIB
Respons Gelombang Blokade dan Protes Anti-Pemerintah, Bolivia Tetapkan Status Darurat Nasional
Bolivia Tetapkan Status Darurat Nasional di Tengah Gelombang Blokade dan Protes Anti-Pemerintah. Foto: Yenisafak

AKURAT.CO Pemerintah Bolivia menetapkan status darurat nasional setelah gelombang demonstrasi anti-pemerintah dan blokade jalan yang berlangsung selama berminggu-minggu memicu krisis logistik serta mengganggu aktivitas ekonomi di seluruh negeri.

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan langkah tersebut menyusul meningkatnya tekanan politik akibat protes yang dipimpin serikat pekerja dan kelompok petani. Para demonstran menuntut pengunduran diri Paz di tengah melonjaknya biaya hidup dan memburuknya kondisi ekonomi.

Menurut laporan media internasional, aksi blokade yang berlangsung selama lebih dari 50 hari telah menyebabkan kelangkaan makanan, bahan bakar, dan pasokan medis di sejumlah daerah. Distribusi barang terhambat, sementara aktivitas perdagangan dan transportasi mengalami gangguan serius.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Paz menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan situasi terus memburuk. Ia mengumumkan penerapan status darurat untuk memulihkan akses terhadap jaringan jalan utama yang selama ini diblokade para demonstran.

“Warga Bolivia tidak bisa terus menjadi sandera blokade yang menghalangi mereka bekerja, belajar, mendapatkan layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membawa nafkah bagi keluarga mereka,” kata Paz.

Pemberlakuan status darurat nasional memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah keamanan, termasuk mengerahkan militer guna membuka kembali jalur transportasi yang terputus dan memulihkan ketertiban di berbagai wilayah.

Krisis yang bermula dari ketidakpuasan terhadap tingginya biaya hidup kini berkembang menjadi tantangan politik terbesar yang dihadapi pemerintahan Paz. Sejumlah kelompok oposisi menilai kebijakan ekonomi pemerintah gagal mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok.

Sementara itu, pemerintah menegaskan bahwa langkah darurat diperlukan untuk mengakhiri gangguan yang telah melumpuhkan sebagian aktivitas nasional. Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa para demonstran akan menghentikan aksi mereka dalam waktu dekat.

Dengan meningkatnya ketegangan antara pemerintah dan kelompok pengunjuk rasa, Bolivia menghadapi periode yang penuh ketidakpastian, sementara masyarakat menunggu apakah langkah darurat dan pengerahan militer mampu mengakhiri krisis yang terus membesar.

Sumber: Yenisafak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.