Akurat Logo

Trump Pulang Tanpa Terobosan dari Pertemuan dengan Xi Jinping, China Menguasai Permainan

Fitra Iskandar | 16 Mei 2026, 16:37 WIB
Trump Pulang Tanpa Terobosan dari Pertemuan dengan Xi Jinping, China Menguasai Permainan
Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Foto: cfr.org

AKURAT.CO Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China pada pekan ini berakhir tanpa kesepakatan besar yang diharapkan pasar global. Dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, isu perdagangan hingga pasokan mineral langka menjadi sorotan utama, namun banyak persoalan strategis masih menggantung.

Situasi ini memunculkan kesan bahwa China kini berada pada posisi lebih kuat dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat, terutama di tengah meningkatnya pengaruh ekonomi dan teknologi Beijing di panggung dunia.

China Tampil Percaya Diri di Tengah Tekanan AS

Dalam beberapa tahun terakhir, China mengalami transformasi besar. Kota Chongqing yang dahulu dikenal sebagai kota industri biasa di China barat kini berubah menjadi megapolitan modern dengan arsitektur futuristik dan proyek infrastruktur raksasa yang menarik perhatian wisatawan dunia.

Perubahan tersebut menjadi simbol kebangkitan China sebagai kekuatan global baru. Saat Amerika Serikat menghadapi tantangan deindustrialisasi dan tekanan ekonomi domestik, Beijing justru terus memperluas pengaruh melalui proyek-proyek besar dan kemitraan ekonomi internasional.

Trump datang ke Beijing dengan fokus utama memperkuat hubungan dagang sekaligus mencari kemenangan politik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Namun hasil pertemuan dinilai jauh dari ekspektasi.

Tidak Ada Pembahasan Tarif Dagang

Salah satu isu terbesar yang gagal mendapatkan kepastian adalah tarif impor antara kedua negara.

Pada 2016, tarif rata-rata Amerika Serikat terhadap barang China hanya sekitar 3 persen. Namun sejak masa jabatan pertama Trump, Washington mulai memberlakukan tarif tinggi terhadap produk China dan mendorong perusahaan AS memindahkan rantai produksi keluar dari negeri Tirai Bambu.

Kini tarif terhadap barang China masih berada di kisaran 48 persen meski sempat turun dari level tertinggi tahun lalu.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.