Akurat Logo

Wabah Ebola Jadi Perhatian Dunia, WHO Tegaskan Belum Kategori Pandemi Global

Nurma Nafisa Faradilla | 21 Mei 2026, 17:35 WIB
Wabah Ebola Jadi Perhatian Dunia, WHO Tegaskan Belum Kategori Pandemi Global
Virus ebola. (Pixabay)

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Namun, WHO menegaskan bahwa situasi tersebut belum masuk kategori pandemi global.

Dikutip dari WHO, risiko penyebaran Ebola saat ini dinilai tinggi di tingkat nasional dan regional, tetapi masih rendah secara global. Meski begitu, lembaga kesehatan dunia itu tetap meminta negara-negara meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran lintas batas.

Baca Juga: Manajer Persija: Kami Kurang Penyerang yang Konsisten Cetak Gol di Laga Besar

Wabah Ebola kembali menjadi sorotan dunia karena penyakit ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Hingga kini, ratusan kasus dan lebih dari seratus kematian telah dilaporkan di wilayah terdampak.

WHO Jelaskan Status Wabah Ebola

Direktur Jenderal WHO sebelumnya menyampaikan bahwa situasi Ebola di Republik Demokratik Kongo membutuhkan perhatian dunia internasional. Namun, untuk menghindari kesalahpahaman, WHO kemudian mengadakan konferensi pers tambahan guna menjelaskan status wabah tersebut.

Dalam keterangannya, WHO menegaskan bahwa wabah Ebola saat ini belum dikategorikan sebagai keadaan darurat pandemi global. Meski status PHEIC telah ditetapkan, tingkat risiko global masih dianggap rendah.

WHO menjelaskan bahwa risiko penyebaran Ebola saat ini berada pada level tinggi di tingkat nasional dan regional, tetapi belum mencapai ancaman pandemi internasional secara luas.

Apa Itu PHEIC?

PHEIC merupakan singkatan dari Public Health Emergency of International Concern atau keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Status ini diberikan ketika suatu wabah penyakit dianggap berisiko menyebar lintas negara dan memerlukan koordinasi internasional dalam penanganannya.

Namun, status PHEIC berbeda dengan pandemi. Pandemi mengacu pada penyebaran penyakit secara global dalam skala luas dan tidak terkendali di berbagai negara.

Dalam kasus Ebola kali ini, WHO menilai penyebaran global masih rendah sehingga belum memenuhi kriteria pandemi.

Ebola Masih Jadi Ancaman Serius

Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan dengan tingkat fatalitas tinggi. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976 dan sejak itu telah memicu lebih dari dua lusin wabah di berbagai wilayah Afrika, terutama Republik Demokratik Kongo.

Virus Ebola termasuk penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, lalu menyebar antarmanusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

Gejala Ebola biasanya meliputi:

  • Demam tinggi

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot

  • Kelelahan berat

  • Diare dan muntah

  • Perdarahan internal maupun eksternal

Dalam beberapa kasus, tingkat kematian Ebola dapat mencapai sekitar 50 persen, bahkan hingga 90 persen pada wabah tertentu.

Jumlah Kasus dan Kekhawatiran WHO

Saat ini, WHO mencatat sekitar 600 kasus Ebola dengan lebih dari 130 kematian yang telah dilaporkan.

Walau angka tersebut masih tergolong rendah dibanding pandemi global seperti COVID-19, WHO tetap mewaspadai potensi penyebaran lintas negara apabila penanganan tidak dilakukan secara cepat dan efektif.

Baca Juga: Menhub Masih Tunggu Investigasi KNKT Soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Kami Tak Ingin Berspekulasi

Kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan Ebola menyebar ke wilayah dengan sistem kesehatan yang lemah atau mobilitas internasional tinggi.

Karena itu, WHO mendorong pengawasan ketat, pelacakan kontak, edukasi masyarakat, dan penguatan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

Pengembangan Vaksin Masih Berlangsung

WHO juga menyebut bahwa pengembangan vaksin dan distribusi penanganan Ebola membutuhkan waktu. Dalam keterangannya, proses pengembangan vaksin diperkirakan dapat memakan waktu hingga sembilan bulan.

Meski demikian, sejumlah vaksin Ebola sebenarnya telah digunakan pada wabah sebelumnya untuk membantu mengendalikan penyebaran penyakit.

Selain vaksin, penanganan cepat terhadap pasien dan isolasi kasus menjadi langkah penting untuk menekan angka penularan.

Baca Juga: Baleg DPR Tidak Bisa Intervensi Proses Penegakan Hukum seperti Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

FAQ

Apakah Ebola sudah menjadi pandemi?

Belum. WHO menyatakan wabah Ebola saat ini merupakan perhatian internasional (PHEIC), tetapi belum masuk kategori pandemi global.

Apa arti status PHEIC dari WHO?

PHEIC berarti keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional karena berpotensi menyebar lintas negara.

Mengapa Ebola berbahaya?

Ebola memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menyebabkan demam berdarah parah hingga kegagalan organ.

Apakah Ebola bisa dicegah?

Bisa. Pencegahan dilakukan melalui isolasi pasien, pelacakan kontak, penggunaan alat pelindung diri, vaksinasi tertentu, dan menjaga kebersihan saat kontak dengan penderita.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.