Israel Kuasai Benteng Peninggalan era Perang Salib di Lebanon, Prancis Desak Sidang Darurat DK PBB

AKURAT.CO Militer Israel mengumumkan telah merebut Benteng Beaufort, sebuah kastel bersejarah peninggalan era Perang Salib yang berdiri di puncak gunung strategis di Lebanon selatan. Operasi tersebut disebut sebagai penetrasi terdalam pasukan Israel ke wilayah Lebanon dalam lebih dari 25 tahun terakhir.
Perebutan Benteng Beaufort yang terletak dekat Kota Nabatiyeh terjadi setelah beberapa hari serangan udara dan pertempuran sengit antara pasukan Israel dan kelompok Hezbollah di sejumlah desa sekitar wilayah tersebut.
Keberhasilan menguasai benteng yang menghadap ke Sungai Litani itu menjadi salah satu kemajuan terbesar Israel dalam konflik terbaru melawan Hezbollah. Perang kembali memanas sejak 2 Maret ketika Hezbollah meluncurkan serangan roket ke wilayah utara Israel, beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan operasi militer terhadap Iran yang merupakan sekutu utama kelompok tersebut.
Di tengah eskalasi konflik, Prancis mendesak adanya respons internasional. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat untuk membahas operasi militer Israel di Lebanon.
Menurut Barrot, perluasan operasi Israel dan pendudukan wilayah Lebanon yang semakin dalam merupakan perkembangan yang tidak dapat diterima.
“Tidak ada alasan yang dapat membenarkan berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon dan semakin luasnya pendudukan wilayah Lebanon,” ujarnya dalam wawancara dengan media Prancis, Minggu.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, membagikan foto-foto yang menunjukkan pasukan Israel berada di area sekitar benteng. Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bendera Israel telah dikibarkan di lokasi tersebut.
Benteng Beaufort bukan wilayah yang asing bagi militer Israel. Pasukan Israel pernah menguasai lokasi yang sama pada 1982 dan mempertahankannya hingga penarikan pasukan dari Lebanon selatan pada tahun 2000.
Dalam sebuah acara peringatan bagi tentara Israel yang gugur pada masa pendudukan sebelumnya, Katz menegaskan bahwa Israel berencana mempertahankan posisi strategis tersebut.
Ia juga mengatakan operasi militer akan terus berlanjut untuk menghancurkan infrastruktur yang dituduh digunakan Hezbollah di Lebanon selatan, termasuk ribuan bangunan yang menurut Israel dimanfaatkan untuk kepentingan militer.
Benteng Beaufort selama berabad-abad dikenal sebagai salah satu titik pertahanan paling penting di kawasan. Berdiri di atas perbukitan hijau Lebanon selatan dengan pemandangan luas ke arah Sungai Litani dan wilayah perbatasan, lokasi itu memiliki nilai strategis tinggi baik dari sisi militer maupun pengawasan medan.
Penguasaan benteng bersejarah tersebut diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan antara Israel, Hezbollah, dan para pihak internasional yang menyerukan penghentian konflik di kawasan.
Sumber: Washingtonpost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







