Akurat Logo

Abaikan Permintaan Trump, Israel Serang Target Militer Iran

Fitra Iskandar | 8 Juni 2026, 11:56 WIB
Abaikan Permintaan Trump, Israel Serang Target Militer Iran
Ilustrasi serangan Israel. Foto: AI Generated

AKURAT.CO Militer Israel melancarkan serangan ke sejumlah target militer Iran pada Minggu (8/6/2026) dini hari waktu setempat sebagai balasan atas serangan rudal terbaru yang ditembakkan Teheran ke wilayah Israel. Eskalasi ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memintanya tidak melakukan serangan balasan.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial X, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut Angkatan Udara Israel telah menggempur sejumlah sasaran militer milik pemerintah Iran di wilayah barat dan tengah negara tersebut.

“Angkatan Udara Israel baru saja menyerang target-target militer milik rezim Iran di wilayah barat dan tengah Iran,” tulis IDF tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai sasaran yang dihantam.

Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di berbagai kota, termasuk Teheran, Karaj, Tabriz, dan Isfahan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Serangan Terjadi Setelah Rudal Iran Menghantam Israel

Aksi militer Israel dilakukan setelah Iran meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel dalam serangan pertamanya sejak gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku pada 8 April lalu.

Teheran menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas serangan udara Israel yang sebelumnya menargetkan wilayah Beirut, Lebanon.

Meski situasi kembali memanas, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran masih terbuka lebar.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaku tidak ingin serangan rudal Iran menggagalkan proses diplomasi yang sedang berlangsung.

“Saya tidak senang dengan serangan Israel di Lebanon,” kata Trump.

Menurut laporan Axios, Trump juga menyatakan bahwa serangan rudal Iran tidak menyebabkan korban jiwa dan berharap Israel tidak memberikan respons militer lanjutan.

“Saya akan menelepon Bibi sekarang juga dan memintanya untuk tidak membalas. Israel sudah menyerang, Iran juga sudah menyerang. Kita tidak membutuhkan serangan berikutnya,” ujar Trump, menggunakan nama panggilan Netanyahu.

Trump bahkan optimistis kesepakatan dengan Iran dapat dicapai dalam beberapa hari ke depan.

“Kami sangat dekat. Saya pikir perjanjian bisa ditandatangani Senin, Selasa, atau Rabu pekan ini. Iran harus kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan,” katanya.

Garda Revolusi Iran Klaim Serang Pangkalan Udara Israel

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi pihaknya meluncurkan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan Israel di Lebanon.

IRGC juga memperingatkan bahwa serangan yang lebih besar akan dilakukan apabila Tel Aviv melanjutkan operasi militernya.

Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim telah menargetkan Pangkalan Udara Ramat David di tenggara Haifa menggunakan rudal balistik. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sementara itu, IDF menyatakan sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel setelah terdeteksi peluncuran rudal dari Iran.

Militer Israel mengklaim seluruh rudal yang ditembakkan Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.