Akurat Logo

Iran Peringatkan Potensi Pemadaman Listrik Saat Gelombang Panas, Warga Diminta Hemat Energi

Fitra Iskandar | 9 Juni 2026, 19:03 WIB
Iran Peringatkan Potensi Pemadaman Listrik Saat Gelombang Panas, Warga Diminta Hemat Energi
Iran Peringatkan Potensi Pemadaman Listrik Saat Gelombang Panas. Foto: AA

AKURAT.CO Pemerintah Iran memperingatkan kemungkinan terjadinya pemadaman listrik selama periode gelombang panas yang diperkirakan melanda negara itu dalam waktu dekat. Otoritas meminta masyarakat berpartisipasi menghemat konsumsi energi guna mengurangi risiko gangguan pasokan listrik.

Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan skala potensi pemadaman listrik sulit diprediksi karena sangat bergantung pada tingkat konsumsi energi masyarakat dan tingkat kerja sama publik dalam menghemat penggunaan listrik.

“Besarnya kemungkinan pemadaman listrik pada hari-hari dengan suhu tinggi tidak dapat diperkirakan secara pasti. Hal itu bergantung langsung pada pola konsumsi dan kerja sama masyarakat,” ujar Mohajerani seperti dikutip kantor berita pemerintah IRNA, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kondisi jaringan listrik nasional perlu dilihat dari dua aspek utama, yakni kapasitas produksi energi dan langkah-langkah yang telah dilakukan Kementerian Energi untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.

Mohajerani menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas pembangkit listrik, menyelesaikan proyek infrastruktur jaringan energi, memperluas investasi di sektor energi terbarukan, serta melakukan perbaikan dan modernisasi unit-unit pembangkit guna memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi listrik yang dianggap tidak wajar dapat mengancam ketahanan energi bagi sektor industri maupun rumah tangga.

“Presiden juga menekankan hal yang sama. Jika setiap warga dapat mengurangi konsumsi listrik sebesar 10 persen, maka kondisi pasokan energi akan menjadi lebih baik,” katanya.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah tantangan yang dihadapi sektor energi Iran dalam beberapa bulan terakhir. Sejak akhir Februari, sejumlah fasilitas minyak, gas, dan infrastruktur energi Iran menjadi sasaran serangan dalam konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Pejabat Iran sebelumnya menyebut lebih dari 2.000 titik infrastruktur kelistrikan terdampak serangan selama konflik tersebut berlangsung.

Meski gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran sempat dicapai pada 8 April, proses negosiasi selanjutnya mengalami hambatan akibat perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan kesepakatan serta perkembangan situasi regional yang terus berubah.

Pemerintah Iran berharap langkah penghematan energi oleh masyarakat dapat membantu menjaga kestabilan pasokan listrik selama musim panas dan mencegah terjadinya pemadaman yang lebih luas.

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.