Iran Peringatkan Potensi Pemadaman Listrik Saat Gelombang Panas, Warga Diminta Hemat Energi

AKURAT.CO Pemerintah Iran memperingatkan kemungkinan terjadinya pemadaman listrik selama periode gelombang panas yang diperkirakan melanda negara itu dalam waktu dekat. Otoritas meminta masyarakat berpartisipasi menghemat konsumsi energi guna mengurangi risiko gangguan pasokan listrik.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan skala potensi pemadaman listrik sulit diprediksi karena sangat bergantung pada tingkat konsumsi energi masyarakat dan tingkat kerja sama publik dalam menghemat penggunaan listrik.
“Besarnya kemungkinan pemadaman listrik pada hari-hari dengan suhu tinggi tidak dapat diperkirakan secara pasti. Hal itu bergantung langsung pada pola konsumsi dan kerja sama masyarakat,” ujar Mohajerani seperti dikutip kantor berita pemerintah IRNA, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, kondisi jaringan listrik nasional perlu dilihat dari dua aspek utama, yakni kapasitas produksi energi dan langkah-langkah yang telah dilakukan Kementerian Energi untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.
Mohajerani menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas pembangkit listrik, menyelesaikan proyek infrastruktur jaringan energi, memperluas investasi di sektor energi terbarukan, serta melakukan perbaikan dan modernisasi unit-unit pembangkit guna memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi listrik yang dianggap tidak wajar dapat mengancam ketahanan energi bagi sektor industri maupun rumah tangga.
“Presiden juga menekankan hal yang sama. Jika setiap warga dapat mengurangi konsumsi listrik sebesar 10 persen, maka kondisi pasokan energi akan menjadi lebih baik,” katanya.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah tantangan yang dihadapi sektor energi Iran dalam beberapa bulan terakhir. Sejak akhir Februari, sejumlah fasilitas minyak, gas, dan infrastruktur energi Iran menjadi sasaran serangan dalam konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Pejabat Iran sebelumnya menyebut lebih dari 2.000 titik infrastruktur kelistrikan terdampak serangan selama konflik tersebut berlangsung.
Meski gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran sempat dicapai pada 8 April, proses negosiasi selanjutnya mengalami hambatan akibat perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan kesepakatan serta perkembangan situasi regional yang terus berubah.
Pemerintah Iran berharap langkah penghematan energi oleh masyarakat dapat membantu menjaga kestabilan pasokan listrik selama musim panas dan mencegah terjadinya pemadaman yang lebih luas.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






