Akurat Logo

AS Menyerang Lagi, Iran: Gencatan Senjata Sudah Kehilangan Makna!

Fitra Iskandar | 11 Juni 2026, 18:44 WIB
AS Menyerang Lagi, Iran: Gencatan Senjata Sudah Kehilangan Makna!
Iran: Gencatan Senjata Sudah Kehilangan Makna!. Foto: AI Generated.

AKURAT.CO Pemerintah Iran menyatakan serangan terbaru Amerika Serikat telah membuat gencatan senjata yang disepakati pada 8 April lalu kehilangan makna. Teheran memperingatkan Washington akan bertanggung jawab penuh atas dampak dari eskalasi yang disebutnya sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis, Teheran mengecam serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran. Pemerintah Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

"Iran menganggap tindakan ini sebagai agresi yang jelas dan ancaman serius terhadap perdamaian serta keamanan regional," demikian isi pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menuduh Amerika Serikat memanfaatkan fasilitas dan wilayah sejumlah negara di kawasan Timur Tengah untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran. Teheran memperingatkan bahwa negara-negara yang mengizinkan wilayahnya digunakan untuk serangan dapat dianggap sebagai pihak yang turut terlibat dalam agresi tersebut.

Iran mendesak negara-negara anggota PBB dan Dewan Keamanan PBB untuk secara tegas mengutuk tindakan Amerika Serikat dan Israel yang disebut melanggar hukum internasional. Selain itu, Teheran meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan laporan yang jelas mengenai perkembangan situasi terkini.

Iran Bantah Klaim Pertahanan Udara Hancur

Di sisi lain, militer Iran membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut sistem pertahanan udara Iran telah dihancurkan dalam serangan terbaru.

Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan kemampuan pertahanan negaranya tetap utuh dan bahkan lebih kuat dibandingkan saat konflik mulai memanas.

Menurut Shekarchi, laporan yang disampaikan pihak Amerika Serikat hanyalah propaganda yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan Iran tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi militer.

"Iran masih memiliki kemampuan militer yang kuat dan siap menghadapi setiap ancaman," kata Shekarchi.

Ia juga mengklaim bahwa pasukan Iran telah menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi pihak Amerika Serikat dibandingkan kerugian yang dialami Teheran sendiri selama konflik berlangsung.

Selain itu, Shekarchi kembali menegaskan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok sekutu di kawasan yang selama ini disebut Teheran sebagai bagian dari "front perlawanan".

Iran Singgung Kendali Jalur Strategis Hormuz

Dalam pernyataannya, Shekarchi mengungkapkan Iran masih memiliki sejumlah opsi strategis yang dapat digunakan apabila situasi semakin memburuk, termasuk pengaruhnya terhadap jalur pelayaran penting di kawasan.

Meski tidak merinci langkah yang akan diambil, ia menegaskan keputusan terkait penggunaan opsi tersebut akan diumumkan pada waktu yang dianggap perlu.

Pernyataan tersebut memicu perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi pasokan minyak global dan meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meningkatnya perang pernyataan antara Teheran dan Washington menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas, dengan dampak signifikan terhadap keamanan kawasan dan stabilitas ekonomi global.

Sumber: TRTWorld

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.