Akurat Logo

Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Singgung Rencana Kuasai Pulau Kharg dan Infrastruktur Minyak

Fitra Iskandar | 11 Juni 2026, 19:58 WIB
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Singgung Rencana Kuasai Pulau Kharg dan Infrastruktur Minyak
Presiden AS Donald Trump. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru terhadap Teheran. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Kamis (11/6), Trump menegaskan bahwa Washington akan melancarkan serangan besar terhadap Iran dan tidak menutup kemungkinan mengambil alih sejumlah fasilitas energi strategis milik negara tersebut.

Pernyataan keras itu disampaikan di tengah memanasnya konflik antara kedua negara yang telah memasuki hari kedua pertukaran serangan militer.

Trump mengklaim sebagian besar kekuatan pertahanan Iran, termasuk angkatan udara, sistem radar, dan pertahanan antipesawat, telah dihancurkan dalam operasi sebelumnya. Ia menegaskan Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan militer terhadap Teheran apabila tuntutan Washington tidak dipenuhi.

“Amerika Serikat akan menghantam Iran dengan sangat keras malam ini,” tulis Trump dalam unggahannya.

Tak berhenti di situ, Trump juga mengungkapkan rencana untuk mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, beserta sejumlah fasilitas minyak dan gas strategis lainnya.

Menurut Trump, langkah tersebut akan memberikan kendali yang lebih besar bagi Amerika Serikat terhadap pasar energi global. Pulau Kharg selama ini menjadi salah satu aset ekonomi paling penting bagi Iran karena menjadi jalur utama ekspor minyak mentah negara tersebut.

Konflik AS-Iran Kian Memanas

Pernyataan terbaru Trump muncul saat hubungan Washington dan Teheran berada pada titik paling tegang dalam beberapa bulan terakhir. Gedung Putih sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan tambahan akan dilakukan apabila Iran tidak segera menerima kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat.

Trump menuding Iran sengaja memperlambat proses negosiasi dan gagal menunjukkan komitmen untuk mencapai penyelesaian konflik.

"Iran terlalu lama menunda perundingan. Akan ada harga yang harus dibayar," kata Trump.

Ancaman tersebut memicu kekhawatiran baru di kalangan pengamat internasional mengenai potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat ketegangan geopolitik dunia.

Selat Hormuz dan Program Nuklir Jadi Isu Utama

Sejak gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April lalu, kedua negara sebenarnya masih terlibat dalam serangkaian perundingan. Pembahasan difokuskan pada upaya mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, serta mencari solusi terkait program nuklir Iran.

Selat Hormuz memiliki peran krusial bagi perdagangan energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur laut tersebut setiap harinya. Karena itu, setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz berpotensi memicu gejolak harga minyak dan mengganggu pasokan energi internasional.

Rencana Trump untuk mengambil alih Pulau Kharg dan fasilitas energi Iran diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan kedua negara. Langkah tersebut juga berpotensi memicu respons keras dari Teheran dan meningkatkan risiko pecahnya konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah analis menilai eskalasi terbaru ini dapat menjadi salah satu krisis geopolitik paling serius tahun ini, terutama jika serangan lanjutan benar-benar dilakukan dan berdampak pada jalur energi strategis dunia.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.