Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Singgung Rencana Kuasai Pulau Kharg dan Infrastruktur Minyak

AKURAT.CO Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru terhadap Teheran. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Kamis (11/6), Trump menegaskan bahwa Washington akan melancarkan serangan besar terhadap Iran dan tidak menutup kemungkinan mengambil alih sejumlah fasilitas energi strategis milik negara tersebut.
Pernyataan keras itu disampaikan di tengah memanasnya konflik antara kedua negara yang telah memasuki hari kedua pertukaran serangan militer.
Trump mengklaim sebagian besar kekuatan pertahanan Iran, termasuk angkatan udara, sistem radar, dan pertahanan antipesawat, telah dihancurkan dalam operasi sebelumnya. Ia menegaskan Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan militer terhadap Teheran apabila tuntutan Washington tidak dipenuhi.
“Amerika Serikat akan menghantam Iran dengan sangat keras malam ini,” tulis Trump dalam unggahannya.
Tak berhenti di situ, Trump juga mengungkapkan rencana untuk mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, beserta sejumlah fasilitas minyak dan gas strategis lainnya.
Menurut Trump, langkah tersebut akan memberikan kendali yang lebih besar bagi Amerika Serikat terhadap pasar energi global. Pulau Kharg selama ini menjadi salah satu aset ekonomi paling penting bagi Iran karena menjadi jalur utama ekspor minyak mentah negara tersebut.
Konflik AS-Iran Kian Memanas
Pernyataan terbaru Trump muncul saat hubungan Washington dan Teheran berada pada titik paling tegang dalam beberapa bulan terakhir. Gedung Putih sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan tambahan akan dilakukan apabila Iran tidak segera menerima kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat.
Trump menuding Iran sengaja memperlambat proses negosiasi dan gagal menunjukkan komitmen untuk mencapai penyelesaian konflik.
"Iran terlalu lama menunda perundingan. Akan ada harga yang harus dibayar," kata Trump.
Ancaman tersebut memicu kekhawatiran baru di kalangan pengamat internasional mengenai potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat ketegangan geopolitik dunia.
Selat Hormuz dan Program Nuklir Jadi Isu Utama
Sejak gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April lalu, kedua negara sebenarnya masih terlibat dalam serangkaian perundingan. Pembahasan difokuskan pada upaya mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, serta mencari solusi terkait program nuklir Iran.
Selat Hormuz memiliki peran krusial bagi perdagangan energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur laut tersebut setiap harinya. Karena itu, setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz berpotensi memicu gejolak harga minyak dan mengganggu pasokan energi internasional.
Rencana Trump untuk mengambil alih Pulau Kharg dan fasilitas energi Iran diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan kedua negara. Langkah tersebut juga berpotensi memicu respons keras dari Teheran dan meningkatkan risiko pecahnya konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah analis menilai eskalasi terbaru ini dapat menjadi salah satu krisis geopolitik paling serius tahun ini, terutama jika serangan lanjutan benar-benar dilakukan dan berdampak pada jalur energi strategis dunia.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






