Akurat Logo

Terungkap! AS Sempat Pertimbangkan Kirim Pasukan Darat ke Iran untuk Rebut Uranium Nuklir, Batal karena Trump Takut

Fitra Iskandar | 13 Juni 2026, 06:32 WIB
Terungkap! AS Sempat Pertimbangkan Kirim Pasukan Darat ke Iran untuk Rebut Uranium Nuklir, Batal karena Trump Takut
Ilustrasi operasi darat AS di Iran. Foto ilustrasi: AI Generated

AKURAT.CO Amerika Serikat dilaporkan sempat mempertimbangkan operasi militer darat ke wilayah Iran. Operasi itu ditujukan untuk merebut cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi. Menurut laporan CNN yang mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut,

Ketua Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Dan Caine melakukan kunjungan rahasia dan mendadak ke Markas Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di Tampa, Florida, pada 19 Mei lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menerima pengarahan langsung mengenai rencana operasi militer yang bertujuan menyita uranium Iran yang telah diperkaya tinggi. Material tersebut dianggap sebagai komponen utama yang dapat digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.

Sumber menyebutkan bahwa pengarahan tersebut sangat mendesak dan sensitif sehingga Caine harus meninggalkan pertemuan pejabat senior NATO di Brussel, Belgia, dan segera kembali ke Amerika Serikat.

Tingkat urgensi pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump saat itu berada sangat dekat untuk menyetujui operasi militer berisiko tinggi tersebut.

Seorang juru bicara Joint Staff menolak memberikan komentar terkait persiapan kemungkinan operasi terhadap Iran.

Setelah menerima pengarahan dari CENTCOM, Jenderal Caine kemudian menyampaikan berbagai opsi operasi kepada Presiden Trump. Namun, menurut sumber yang sama, Trump akhirnya memutuskan untuk menunda rencana tersebut setelah menerima peringatan bahwa operasi darat ke Iran berpotensi memicu serangan balasan besar dari Teheran.

Selain memperpanjang konflik, langkah itu juga dikhawatirkan dapat mengguncang perekonomian global yang masih rentan terhadap ketidakstabilan geopolitik.

Trump juga disebut khawatir terhadap kemungkinan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar di pihak militer Amerika Serikat apabila operasi tersebut dilaksanakan.

Laporan ini muncul di tengah pernyataan berulang Trump yang menyebut Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz serta penyelesaian sengketa program nuklir Iran.

Pada Kamis, Trump bahkan menyatakan bahwa Washington dan Teheran berpotensi menandatangani kesepakatan baru dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan terjadi pada akhir pekan.

Meski demikian, terungkapnya rencana operasi militer rahasia tersebut menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih berada pada level yang sangat tinggi di balik upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Sumber: APA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.