Akurat Logo

Parlemen Finlandia Setujui Kebijakan Nuklir Baru, Rusia Sebut Situasi Makin Berbahaya

Fitra Iskandar | 18 Juni 2026, 07:50 WIB
Parlemen Finlandia Setujui Kebijakan Nuklir Baru, Rusia Sebut Situasi Makin Berbahaya
Ilustrasi bendera Finlandia. Sumber: Unsplash

AKURAT.CO Parlemen Finlandia menyetujui langkah bersejarah yang mengubah kebijakan pertahanan negara tersebut setelah mayoritas anggota parlemen mendukung pencabutan larangan senjata nuklir yang telah berlaku selama hampir empat dekade. Keputusan ini dinilai akan memperkuat integrasi Finlandia dengan strategi pertahanan NATO, namun sekaligus memicu kecaman dari Rusia.

Dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Rabu, parlemen Finlandia menyetujui amendemen Undang-Undang Energi Nuklir dengan dukungan mayoritas dua pertiga anggota parlemen. Sebanyak 125 legislator mendukung usulan pemerintah, 61 menolak, dan 13 lainnya abstain.

Finlandia Ubah Kebijakan yang Berlaku Sejak 1987

Amendemen tersebut menghapus sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Energi Nuklir tahun 1987 yang selama ini melarang impor, produksi, kepemilikan, hingga peledakan senjata nuklir di wilayah Finlandia.

Jika mendapat persetujuan akhir dari presiden, aturan baru itu akan memungkinkan senjata nuklir untuk diangkut, dipasok, atau ditempatkan di Finlandia apabila dianggap diperlukan untuk kepentingan pertahanan nasional.

Menteri Pertahanan Finlandia, Antti Häkkänen, menyebut keputusan tersebut sebagai reformasi bersejarah yang akan memperkuat keamanan negaranya sekaligus meningkatkan daya tangkal NATO.

"Parlemen menyetujui amendemen Undang-Undang Energi Nuklir dengan mayoritas dua pertiga yang kuat. Reformasi bersejarah ini memperkuat keamanan Finlandia dan NATO secara keseluruhan," ujarnya.

Dampak Langsung Bergabung dengan NATO

Perubahan kebijakan ini tidak terlepas dari keputusan Finlandia bergabung dengan NATO pada April 2023.

Keanggotaan tersebut mengakhiri puluhan tahun kebijakan nonblok militer yang dijalankan Helsinki dan menjadi respons langsung terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Masuknya Finlandia ke NATO juga memperpanjang garis perbatasan langsung antara aliansi militer Barat dan Rusia hingga lebih dari dua kali lipat.

Menurut Häkkänen, isu kebijakan senjata nuklir menjadi salah satu pembahasan paling kompleks di Kementerian Pertahanan selama masa pemerintahan saat ini.

Pemerintah Finlandia mengaku telah melakukan kajian selama bertahun-tahun, termasuk berdiskusi dengan negara-negara pemilik senjata nuklir dan sekutu NATO lainnya sebelum mengajukan perubahan undang-undang tersebut.

Rusia Sebut Finlandia Memicu Eskalasi

Keputusan Helsinki memicu reaksi keras dari Moskow.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai langkah Finlandia akan memperburuk ketegangan keamanan di Eropa.

"Ini adalah keputusan yang mengarah pada eskalasi ketegangan di Benua Eropa," kata Peskov.

Menurutnya, apabila Finlandia membuka kemungkinan penempatan senjata nuklir di wilayahnya, maka negara tersebut secara langsung menciptakan ancaman baru bagi Rusia.

Peskov juga memperingatkan bahwa Moskow akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk merespons setiap ancaman terhadap keamanan nasional Rusia.

Tuai Kritik di Dalam Negeri

Meski berhasil lolos di parlemen, kebijakan baru tersebut tidak lepas dari kontroversi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.