AS Beri Peringatan Keras ke Irak: Tak Akan Bekerja Sama dengan Pemerintahan yang Libatkan Kelompok Bersenjata yang Dianggap Teroris

AKURAT.CO Amerika Serikat melontarkan peringatan tegas kepada pemerintahan baru Irak di bawah Perdana Menteri Ali al-Zaidi. Washington menyatakan tidak akan menjalin kerja sama dengan pemerintahan mana pun yang melibatkan kelompok bersenjata yang oleh AS dikategorikan sebagai organisasi teroris.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Kuasa Usaha Amerika Serikat untuk Irak, Joshua Harris, dalam wawancara dengan MBN di Baghdad. Menurutnya, masa depan hubungan bilateral antara Washington dan Baghdad sangat bergantung pada kemampuan pemerintah Irak mengendalikan serta melucuti kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di luar kendali negara.
“Posisi pemerintah saya sangat jelas. Keterlibatan pihak yang kami anggap sebagai teroris dalam pemerintahan mana pun tidak akan membawa hubungan kami ke arah yang lebih baik. Itu bukan pemerintahan yang bisa kami ajak bekerja sama,” kata Harris.
Pernyataan itu muncul di tengah tekanan yang dihadapi pemerintahan baru Irak untuk memperkuat otoritas negara dan membatasi pengaruh faksi-faksi bersenjata dalam proses pemerintahan.
Meski tidak menyebut nama kelompok tertentu, Harris berulang kali menyinggung keberadaan “milisi teroris” dan menegaskan bahwa seluruh senjata harus berada di bawah kendali negara Irak.
Menurutnya, fondasi kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Irak harus dimulai dari pemulihan keamanan nasional dan pengembalian monopoli penggunaan kekuatan kepada negara.
“Dasar dari kemitraan yang saling menguntungkan adalah mengatasi tantangan milisi-milisi ini dan memastikan senjata mereka berada di tangan negara Irak,” ujarnya.
Dukungan Trump untuk Pemerintahan Baru Irak
Harris mengatakan Presiden Donald Trump dan Utusan Khusus Presiden AS, Tom Barrack, mendukung keberhasilan Ali al-Zaidi membentuk pemerintahan baru. Namun dukungan tersebut dikaitkan dengan kemampuan pemerintah Irak membangun pemerintahan yang bebas dari unsur terorisme dan mampu memperkuat kedaulatan negara.
“Presiden Trump telah menyampaikan dukungannya kepada perdana menteri untuk membentuk pemerintahan yang bebas dari terorisme dan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Irak,” kata Harris.
Ia menyebut momen saat ini sangat penting bagi Irak untuk memulihkan sepenuhnya kewenangan negara dan memperkuat kedaulatannya.
AS Desak Pelucutan Senjata Milisi
Washington juga mengungkapkan bahwa pembicaraan intensif sedang berlangsung dengan pemerintahan Irak terkait langkah pelucutan senjata dan pembubaran kelompok bersenjata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






