Akurat Logo

AS Beri Peringatan Keras ke Irak: Tak Akan Bekerja Sama dengan Pemerintahan yang Libatkan Kelompok Bersenjata yang Dianggap Teroris

Fitra Iskandar | 24 Juni 2026, 12:55 WIB
AS Beri Peringatan Keras ke Irak: Tak Akan Bekerja Sama dengan Pemerintahan yang Libatkan Kelompok Bersenjata yang Dianggap Teroris
AS Beri Peringatan Keras ke Irak. Foto: Kedubes AS Baghdad

AKURAT.CO Amerika Serikat melontarkan peringatan tegas kepada pemerintahan baru Irak di bawah Perdana Menteri Ali al-Zaidi. Washington menyatakan tidak akan menjalin kerja sama dengan pemerintahan mana pun yang melibatkan kelompok bersenjata yang oleh AS dikategorikan sebagai organisasi teroris.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Kuasa Usaha Amerika Serikat untuk Irak, Joshua Harris, dalam wawancara dengan MBN di Baghdad. Menurutnya, masa depan hubungan bilateral antara Washington dan Baghdad sangat bergantung pada kemampuan pemerintah Irak mengendalikan serta melucuti kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di luar kendali negara.

“Posisi pemerintah saya sangat jelas. Keterlibatan pihak yang kami anggap sebagai teroris dalam pemerintahan mana pun tidak akan membawa hubungan kami ke arah yang lebih baik. Itu bukan pemerintahan yang bisa kami ajak bekerja sama,” kata Harris.

Pernyataan itu muncul di tengah tekanan yang dihadapi pemerintahan baru Irak untuk memperkuat otoritas negara dan membatasi pengaruh faksi-faksi bersenjata dalam proses pemerintahan.

Meski tidak menyebut nama kelompok tertentu, Harris berulang kali menyinggung keberadaan “milisi teroris” dan menegaskan bahwa seluruh senjata harus berada di bawah kendali negara Irak.

Menurutnya, fondasi kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Irak harus dimulai dari pemulihan keamanan nasional dan pengembalian monopoli penggunaan kekuatan kepada negara.

“Dasar dari kemitraan yang saling menguntungkan adalah mengatasi tantangan milisi-milisi ini dan memastikan senjata mereka berada di tangan negara Irak,” ujarnya.

Dukungan Trump untuk Pemerintahan Baru Irak

Harris mengatakan Presiden Donald Trump dan Utusan Khusus Presiden AS, Tom Barrack, mendukung keberhasilan Ali al-Zaidi membentuk pemerintahan baru. Namun dukungan tersebut dikaitkan dengan kemampuan pemerintah Irak membangun pemerintahan yang bebas dari unsur terorisme dan mampu memperkuat kedaulatan negara.

“Presiden Trump telah menyampaikan dukungannya kepada perdana menteri untuk membentuk pemerintahan yang bebas dari terorisme dan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Irak,” kata Harris.

Ia menyebut momen saat ini sangat penting bagi Irak untuk memulihkan sepenuhnya kewenangan negara dan memperkuat kedaulatannya.

AS Desak Pelucutan Senjata Milisi

Washington juga mengungkapkan bahwa pembicaraan intensif sedang berlangsung dengan pemerintahan Irak terkait langkah pelucutan senjata dan pembubaran kelompok bersenjata.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.