Akurat Logo

Israel Serang Lebanon Saat Negosiasi Damai Berlangsung, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar

Fitra Iskandar | 26 Juni 2026, 08:28 WIB
Israel Serang Lebanon Saat Negosiasi Damai Berlangsung, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar
Ilustrasi serangan Israel ke Lebanon. Foto: INP

AKURAT.CO Jet tempur Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan pada Kamis (26/6/2026), ketika pejabat Lebanon dan Israel tengah menyelesaikan putaran kelima perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington untuk membahas gencatan senjata jangka panjang.

Serangan tersebut menghantam kota perbatasan Beit Yahoun, yang berada di Lebanon selatan. Insiden itu disebut kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku di tengah upaya diplomatik kedua negara.

Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun besarnya kerusakan akibat serangan tersebut.

Serangan Terjadi di Tengah Perundingan Washington

Serangan udara berlangsung bersamaan dengan berakhirnya putaran kelima negosiasi antara Beirut dan Tel Aviv yang difasilitasi Amerika Serikat.

Perundingan tersebut merupakan bagian dari upaya mencari kesepakatan damai yang lebih permanen setelah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Rangkaian pembicaraan ini juga berlangsung setelah mulai berlakunya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran pada 18 Juni, yang ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Salah satu poin dalam kesepakatan itu memuat komitmen untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon.

Gencatan Senjata Kembali Dipertanyakan

Serangan terbaru di Beit Yahoun kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas gencatan senjata yang selama ini menjadi dasar upaya meredakan konflik di perbatasan Lebanon-Israel.

Meski proses diplomasi terus berlangsung, aksi militer di lapangan masih berlanjut sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai target serangan maupun tanggapan resmi dari pihak Israel terkait operasi tersebut.

Ribuan Korban Sejak Konflik Memanas

Berdasarkan data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.100 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya.

Korban terus bertambah meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata dan berbagai upaya diplomatik internasional terus dilakukan.

Serangan terbaru menunjukkan bahwa situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel masih sangat rapuh, sementara negosiasi politik di Washington belum berhasil menghentikan aksi militer di lapangan.

Sumber: Yenisafak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.