Israel Kembali Hancurkan Bangunan di Gaza Meski Gencatan Senjata Berlaku, Ledakan Besar Guncang Khan Younis

AKURAT.CO Militer Israel kembali melakukan penghancuran bangunan dan fasilitas sipil di Jalur Gaza pada Selasa (30/6/2026) dini hari. Operasi tersebut disertai rentetan tembakan artileri dan senjata berat di sejumlah wilayah utara maupun selatan Gaza, meski gencatan senjata masih berlaku.
Menurut sejumlah saksi mata dan sumber lokal, pasukan Israel melancarkan sedikitnya tiga operasi penghancuran besar terhadap rumah-rumah dan bangunan yang masih berdiri di timur laut Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.
Aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan tembakan intensif dari kendaraan militer Israel, sementara artileri juga menghantam wilayah barat laut Rafah.
Di Gaza utara, warga melaporkan terdengar ledakan besar di sekitar persimpangan Al-Sanafour, kawasan Al-Tuffah, sebelah timur Kota Gaza.
Ledakan itu disebut berasal dari operasi penghancuran bangunan yang dilakukan militer Israel. Pada saat yang sama, kendaraan lapis baja Israel juga melepaskan tembakan berat ke arah kawasan Al-Tuffah dan Shujaiya.
Sejumlah warga mengaku masih mendengar suara ledakan dari area-area yang kini berada di bawah kendali militer Israel.
Zona Larangan Terus Meluas
Dalam beberapa pekan terakhir, militer Israel dilaporkan memperluas wilayah yang dikuasainya di Jalur Gaza dengan menggeser pembatas beton ke arah barat di sepanjang kawasan yang dikenal sebagai Yellow Line.
Langkah tersebut memperlebar zona terbatas yang melarang warga Palestina memasuki wilayah tertentu dan memaksa lebih banyak penduduk mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Hingga kini, pasukan Israel masih ditempatkan di sepanjang Yellow Line, yang berfungsi sebagai zona penyangga keamanan di dalam Jalur Gaza.
Laporan setempat menyebutkan Israel kini menguasai lebih dari 70 persen wilayah Jalur Gaza.
Korban Terus Bertambah
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, pelanggaran yang dilakukan Israel telah menyebabkan 1.045 warga Palestina tewas dan 3.380 lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, sejak perang pecah pada 8 Oktober 2023, jumlah korban terus meningkat. Data otoritas kesehatan Gaza mencatat lebih dari 73.000 warga Palestina meninggal dunia, lebih dari 173.000 orang terluka, dan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza mengalami kerusakan atau hancur akibat konflik yang berkepanjangan.
Situasi di Gaza hingga kini masih sangat tegang, dengan operasi militer, penghancuran bangunan, dan perpindahan penduduk yang terus berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata secara resmi masih berlaku.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








