Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 2.645 Jiwa

AKURAT.CO Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah Venezuela pada Jumat (4/7) mengonfirmasi sedikitnya 2.645 orang meninggal di dunia, sementara 12.666 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Dua gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 7 yang terjadi pada 24 Juni menyebabkan kerusakan besar, terutama di negara bagian pesisir La Guaira, yang terletak di utara ibu kota Caracas.
Puluhan bangunan tempat tinggal hancur akibat guncangan kuat. Data pemerintah menunjukkan sebanyak 885 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 189 bangunan yang runtuh total.
Bencana tersebut juga memaksa sekitar 15.050 warga kehilangan tempat tinggal, sementara lebih dari 86.000 keluarga telah menerima bantuan darurat dari pemerintah Venezuela sejak hari pertama pascagempa.
Pemerintah Siapkan Dana Rekonstruksi Rp3,2 Triliun
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan pembentukan dana awal sebesar USD200 juta untuk mempercepat proses rekonstruksi wilayah terdampak.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali infrastruktur penting, termasuk fasilitas umum dan kawasan organisasi yang rusak akibat gempa.
Menurut Rodriguez, pembiayaan rekonstruksi diharapkan berasal dari dana yang akan dikirimkan pemerintah Venezuela dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Bantuan Internasional Terus Berdatangan
Di tengah upaya pemulihan, komunitas internasional memperluas bantuan kemanusiaan bagi Venezuela.
Uni Eropa mengoordinasikan pengiriman tim penyelamat dan darurat dari 14 negara anggota guna mendukung operasi pencarian korban dan penanganan pascabencana.
Sementara itu, Meksiko mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan, sedangkan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan dana kemanusiaan.
Sebagian besar bantuan besar internasional disalurkan melalui badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
Bantuan tersebut dikonsentrasikan untuk mempercepat distribusi kebutuhan mendesak bagi para penyalur, seperti makanan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, serta tempat perlindungan darurat.
Pemerintah Venezuela bersama organisasi kemanusiaan internasional masih terus melakukan pendataan korban dan mempercepat proses membantu serta pemulihan di wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Sumber: Shafaq
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 7Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 8Profil Diska Resha Putra, Suami Sarah Gibson yang Jadi Sorotan Usai Diduga Selingkuh
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital




