Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas saat Warga Berlarian ke Bunker

AKURAT.CO Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (6/7/2026) dini hari. Gelombang serangan yang melibatkan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone tempur itu menewaskan sedikitnya delapan orang serta melukai puluhan warga sipil.
Ledakan terdengar di berbagai penjuru kota ketika sistem pertahanan udara Ukraina berusaha mencegat serangan. Ribuan warga bergegas mencari perlindungan di stasiun metro yang difungsikan sebagai bunker darurat.
Gedung Permukiman Ambruk, Korban Diduga Masih Tertimbun
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan sebuah gedung apartemen di Distrik Podilskyi runtuh sebagian akibat hantaman rudal Rusia.
Sementara itu, di Distrik Darnytsia, beberapa bangunan bertingkat mengalami kerusakan parah dan diduga masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan.
"Ini adalah bangunan tempat tinggal. Tempat orang-orang tidur dan menjalani kehidupan mereka sehari-hari," ujar Tkachenko melalui Telegram.
Otoritas Ukraina melaporkan tujuh korban tewas berada di wilayah Kyiv, sementara satu korban lainnya meninggal di Distrik Bucha, barat laut ibu kota.
Sedikitnya 34 orang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
"Tidak ada kata-kata yang dapat mengurangi rasa sakit ini," kata Tkachenko.
Serangan Kedua dalam Sepekan
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan sistem pertahanan udara terus diaktifkan selama serangan berlangsung dan mengimbau seluruh warga tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman.
Serangan ini menjadi serangan besar kedua yang dilancarkan Rusia terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya dalam waktu kurang dari sepekan.
Eskalasi tersebut menunjukkan perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun semakin meluas, dengan kedua belah pihak kini sama-sama meningkatkan serangan jarak jauh.
Zelensky Minta Tambahan Rudal Patriot
Beberapa jam sebelum serangan terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan kemungkinan Rusia melancarkan serangan udara skala besar.
Usai serangan, Zelensky kembali mendesak negara-negara Barat untuk segera memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina, terutama dengan mengirim tambahan rudal Patriot.
Menurutnya, keterlambatan pengiriman sistem pertahanan udara hanya akan mendorong Rusia melanjutkan agresinya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi dan target militer di wilayah Rusia sebagai upaya melemahkan kemampuan perang Kremlin.
Namun, Rusia terus membalas dengan serangan rudal dan drone yang semakin intensif ke kota-kota besar Ukraina, termasuk Kyiv.
Sumber: Euronews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






