Trump Bantah Ganti Air Force One karena Ancaman Keamanan, Singgung Ancaman Iran saat Pulang dari KTT NATO
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah bahwa alasan keamanan menjadi penyebab dirinya berganti pesawat saat perjalanan pulang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, pada Rabu waktu setempat.
Trump menegaskan pergantian pesawat dari Air Force One lama ke pesawat Air Force One baru yang merupakan hibah dari Qatar tidak berkaitan dengan ancaman keamanan maupun masalah teknis.
"Itu sama sekali bukan karena alasan keamanan. Kenapa harus begitu?" kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One baru.
Pesawat Dikirim Lebih Awal ke Inggris
Menurut Trump, pesawat baru tersebut sengaja diterbangkan lebih dahulu menuju Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Mildenhall agar personel militer di pangkalan tersebut dapat melihat langsung pesawat kepresidenan yang telah direnovasi.
Sebelumnya, melalui platform Truth Social, Trump menyebut kunjungan singkat pesawat ke RAF Mildenhall dilakukan atas permintaan seluruh personel pangkalan dan tidak mengubah jalur penerbangan secara signifikan.
"Pesawat dikirim lebih awal agar mereka bisa melihatnya. Seluruh personel pangkalan keluar untuk menyaksikan pesawat itu, lalu kami mendarat," ujar Trump.
Dalam perjalanan pulang, Trump berangkat dari Turki menggunakan Air Force One lama sebelum berpindah ke pesawat baru saat transit di Inggris untuk melanjutkan penerbangan menuju Washington.
Trump Bantah Ada Masalah Teknis
Selain membantah faktor keamanan, Trump juga menepis spekulasi bahwa pergantian pesawat disebabkan oleh gangguan teknis.
Ia memastikan perpindahan ke pesawat baru telah direncanakan dan bukan karena adanya kerusakan pada Air Force One yang digunakan saat meninggalkan Turki.
Singgung Ancaman dari Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump mengakui dirinya terus menghadapi ancaman dari Iran. Namun, ia tidak menjelaskan apakah terdapat ancaman baru setelah Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan balasan terhadap Iran.
"Saya menghadapi ancaman yang kredibel dari Iran sepanjang waktu," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran menyusul aksi militer terbaru AS terhadap Iran.
Tirai Jendela Pesawat Sempat Ditutup
Trump juga menanggapi pertanyaan mengenai instruksi kepada awak media untuk menutup seluruh tirai jendela di kabin pers selama penerbangan dari Turki menuju Inggris.
Menurut Trump, ia tidak mengetahui adanya instruksi tersebut, namun mengisyaratkan bahwa langkah itu mungkin berkaitan dengan potensi ancaman keamanan.
"Anda mungkin berada dalam penerbangan yang berbahaya karena orang-orang yang harus kami hadapi. Mereka tidak meminta saya menutup tirai, tetapi jika diminta saya akan melakukannya," kata Trump.
Meski demikian, Presiden AS itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai ancaman yang dimaksud maupun apakah tindakan pengamanan tersebut berkaitan langsung dengan situasi keamanan selama penerbangan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








