Akurat Logo

Trump: Serangan terhadap Iran Berlanjut Sampai 'Saya Katakan Sudah Cukup'

Fitra Iskandar | 15 Juli 2026, 13:53 WIB
Trump: Serangan terhadap Iran Berlanjut Sampai 'Saya Katakan Sudah Cukup'
Donald Trump. Foto: Reuters

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington telah melakukan pembicaraan dengan Iran pada Selasa (15/7/2026), namun tetap melayangkan ultimatum keras kepada Teheran. Trump memperingatkan bahwa operasi militer AS akan diperluas dengan menyasar infrastruktur vital Iran apabila pemerintah Iran menolak kembali ke meja perundingan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan Amerika Serikat siap meningkatkan intensitas serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan.

"Pekan depan situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka karena kami akan menyerang pembangkit listrik. Setelah itu jembatan-jembatan," kata Trump.

"Kami akan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik mereka. Kami juga akan menghancurkan semua jembatan mereka kecuali mereka kembali ke meja perundingan dan bernegosiasi," lanjutnya.

Trump: Operasi Militer Berlanjut Sampai Iran Menyerah

Ketika ditanya sampai kapan operasi militer Amerika Serikat akan berlangsung, Trump menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangannya.

"Operasi ini akan terus berlangsung sampai saya mengatakan sudah cukup," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul ketika militer Amerika Serikat terus melancarkan serangan terhadap berbagai target militer Iran sebagai bagian dari operasi yang diklaim bertujuan mengurangi kemampuan Teheran mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

AS Perketat Blokade Laut Iran

Selain melanjutkan serangan udara, Washington juga kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan kapal-kapal kini dibatasi keluar masuk pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Menurut CENTCOM, lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS serta ratusan pesawat militer saat ini dikerahkan di kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi tersebut.

Militer AS juga mengklaim telah menghantam puluhan target militer Iran di sekitar Selat Hormuz dan sepanjang garis pantai Iran guna mengurangi kemampuan negara itu menyerang kapal dagang dan awak sipil.

Garda Revolusi Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan kembali normal selama Amerika Serikat masih melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai aksi agresi militer.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk tidak akan berjalan normal apabila tekanan militer terhadap Iran terus berlanjut.

"Ekspor minyak dan gas kawasan akan tersedia bagi semua pihak atau tidak tersedia bagi siapa pun," demikian pernyataan IRGC.

Sumber: Timesofkuwait

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.