Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio Bertemu di Filipina

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menggelar pertemuan di sela-sela agenda KTT ASEAN di Manila, Filipina. Pertemuan tersebut menjadi komunikasi terbaru antara dua diplomat utama Rusia dan AS di tengah upaya yang belum menemui titik terang untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengonfirmasi pertemuan kedua pejabat tersebut.
Menurut laporan kantor berita Rusia Interfax, pembicaraan Lavrov dan Rubio berlangsung selama sekitar 35 menit.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut kedua pihak melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai berbagai persoalan bilateral dan internasional.
Lavrov Bahas Situasi Perang Rusia-Ukraina
Dalam pertemuan tersebut, Lavrov dilaporkan memberikan penjelasan kepada Rubio mengenai situasi terbaru di garis depan perang Rusia-Ukraina.
Menteri Luar Negeri Rusia itu juga kembali menegaskan penolakan Moskow terhadap dukungan senjata yang terus diberikan negara-negara Barat kepada Ukraina.
Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, Lavrov menyampaikan bahwa Moskow menganggap kelanjutan pengiriman senjata kepada pemerintah Kyiv tidak dapat diterima.
Namun, Lavrov juga kembali menegaskan bahwa Rusia tetap terbuka terhadap penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomatik.
Ia juga menyatakan Rusia masih berkomitmen terhadap sejumlah proposal yang sebelumnya diajukan pihak Amerika Serikat dalam pertemuan tingkat tinggi di Anchorage.
Rubio: AS Masih Siap Bantu Akhiri Perang
Sebelum bertemu Lavrov, Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa perang Rusia-Ukraina akan menjadi salah satu topik utama pembicaraan.
Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat masih siap mengambil peran dalam upaya mengakhiri konflik apabila terdapat peluang untuk mendorong proses perdamaian.
Menurut Rubio, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang belakangan ini mengalami penurunan intensitas.
Ia menyebut upaya tersebut "sedikit meredup" dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, pertemuan dengan Lavrov di Manila diharapkan dapat memberikan gambaran apakah jalur perundingan masih memiliki peluang untuk kembali berjalan.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu komunikasi penting antara Washington dan Moskwa di tengah kebuntuan diplomatik yang berlangsung selama konflik Rusia-Ukraina.
Lavrov Soroti Hasil Pertemuan di Anchorage
Lavrov sebelumnya juga mengatakan bahwa dirinya berencana membahas perang Rusia-Ukraina dengan Rubio.
Menteri Luar Negeri Rusia tersebut menyinggung pernyataan Rubio mengenai hasil pertemuan tingkat tinggi di Anchorage yang menurutnya disampaikan secara ambigu.
Pertemuan Lavrov dan Rubio di Manila menjadi pertemuan keempat antara kedua pejabat sejak 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






