Akurat Logo

Lepaskan Tembakan, Iran Cegat 6 Kapal di Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir

Fitra Iskandar | 27 Juli 2026, 07:08 WIB
Lepaskan Tembakan, Iran Cegat 6 Kapal di Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir
Selat Hormuz. Foto: Ilustrasi BBC

AKURAT.CO Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mencegat enam kapal dalam 24 jam terakhir setelah kapal-kapal tersebut disebut mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan di luar jalur pelayaran yang telah ditentukan.

Laporan televisi pemerintah Iran pada Minggu menyebutkan, otoritas Iran tidak mengizinkan keenam kapal melanjutkan perjalanan setelah terdeteksi melakukan pelintasan yang dianggap tidak sah di jalur strategis tersebut.

Pasukan Angkatan Laut IRGC dilaporkan sempat melepaskan tembakan peringatan sebelum mencegat kapal-kapal tersebut. Setelah itu, kapal yang dihentikan mengubah arah pelayarannya.

Insiden tersebut terjadi hanya sehari setelah IRGC mengumumkan telah menghentikan empat kapal lain di Selat Hormuz. Menurut pihak Iran, kapal-kapal tersebut juga terdeteksi berusaha melakukan pelintasan tanpa izin.

Rangkaian pencegatan ini menambah ketegangan di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi global dan menjadi titik sensitif dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Iran dan AS Berselisih soal Jalur Pelayaran

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, sementara Teheran membalas dengan menargetkan apa yang disebutnya sebagai fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara kawasan, termasuk Bahrain, Yordania, dan Kuwait.

Perselisihan juga semakin tajam terkait aturan pelayaran di Selat Hormuz.

Washington menyerukan agar kapal-kapal dapat melintas secara bebas tanpa pembatasan. Sebaliknya, Iran bersikeras bahwa kapal yang melewati Selat Hormuz harus menggunakan jalur tertentu di dekat garis pantainya melalui mekanisme navigasi yang dikelola oleh Teheran.

Perbedaan pandangan tersebut menjadi salah satu sumber ketegangan utama di kawasan.

Pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman dengan Iran yang sebelumnya disepakati telah berakhir. Trump menuduh Teheran melanggar kesepakatan tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah tiga kapal tanker diserang di kawasan Selat Hormuz, sekaligus ketika ketegangan mengenai aturan navigasi di jalur pelayaran strategis tersebut kembali meningkat.

Trump Disebut Hentikan Serangan Baru ke Iran

Di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, Presiden Donald Trump dilaporkan telah memerintahkan militer AS untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran.

Axios pada Sabtu, mengutip sumber yang mengetahui keputusan tersebut, melaporkan bahwa kebijakan itu mengakhiri hampir dua pekan serangan harian AS terhadap Iran.

Namun, keputusan tersebut belum serta-merta meredakan ketegangan antara kedua negara. Pencegatan kapal oleh IRGC menunjukkan bahwa Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan yang berpotensi memicu konfrontasi baru.

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.