Pejabat Jerman Pertanyakan Mengapa Tersangka Serangan Festival LGBT Berlin Masih Bebas Meski Diduga Dukung ISIS

AKURAT.CO Pemerintah Jerman menghadapi sorotan tajam setelah terungkap bahwa pelaku serangan berdarah di dekat festival kebanggaan (Pride Festival) di Berlin merupakan seorang pria yang sebelumnya telah divonis bersalah karena mendukung kelompok teroris ISIS. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai 29 lainnya.
Pelaku, Abdul Ballout (21), diduga menabrakkan sebuah van ke arah kerumunan sebelum menyerang korban menggunakan parang dalam aksi yang diyakini aparat sebagai serangan teror.
Ballout tewas ditembak aparat kepolisian pada Minggu (26/7/2026) setelah diduga menyerang pasukan khusus dengan senjata tajam saat hendak ditangkap.
Menurut pernyataan bersama Kepolisian Berlin dan Kejaksaan, petugas terpaksa menggunakan senjata api setelah pelaku menyerang anggota pasukan khusus.
"Penyelidikan masih terus berlangsung," demikian keterangan aparat.
Kanselir Jerman Pertanyakan Mengapa Pelaku Tidak Ditahan
Serangan tersebut memicu pertanyaan besar mengenai mengapa Ballout masih berada di luar penjara meski sebelumnya telah dinyatakan bersalah atas kasus terkait terorisme.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan pemerintah harus mengevaluasi sistem hukum agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kita harus melakukan segala cara untuk melindungi masyarakat Jerman dari pelaku kriminal dan individu berbahaya yang, dengan alasan apa pun, tidak dapat ditahan," ujar Merz.
Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, menilai tidak masuk akal jika seseorang dengan riwayat mendukung ISIS masih bisa berkeliaran bebas.
"Anda bisa berasumsi bahwa memang masuk akal jika orang ini ditempatkan dalam tahanan," katanya dalam wawancara dengan media publik ZDF.
Sementara itu, Wali Kota Berlin, Kai Wegner, mengaku sulit memahami bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi meski tetap menghormati independensi lembaga peradilan.
"Dalam kasus ini, saya benar-benar kehilangan kata-kata," ujarnya.
Pernah Berusaha Gabung ISIS di Suriah
Berdasarkan dokumen Kejaksaan Berlin dan Pengadilan Banding Berlin, Ballout merupakan warga negara Jerman yang lahir dan besar di Berlin.
Tahun lalu, ia diketahui pergi ke Lebanon dengan tujuan melanjutkan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
Pada awal 2026, pengadilan remaja Berlin memvonis Ballout bersalah karena mempersiapkan aksi kekerasan serius yang mengancam keamanan negara serta menyebarkan propaganda yang mendukung ISIS.
Pengadilan menjatuhkan hukuman 1 tahun 10 bulan di lembaga pembinaan remaja.
Namun, jaksa mengajukan banding karena menilai hukuman tersebut terlalu ringan dan meminta hukuman yang lebih berat tanpa masa percobaan.
Mengapa Abdul Ballout Tidak Dipenjara?
Meski telah divonis, Ballout belum menjalani hukuman tetap karena putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap.
Pengadilan menunda keputusan mengenai pelaksanaan hukuman selama enam bulan sambil menunggu proses hukum lanjutan. Selama masa itu, Ballout diwajibkan berada di bawah pengawasan petugas pembimbing kemasyarakatan.
Selain itu, surat perintah penahanan yang sebelumnya berlaku dicabut karena penahanan praperadilan hanya bertujuan menjamin proses persidangan, bukan sebagai bentuk hukuman sebelum putusan berkekuatan hukum tetap.
Kasus ini kini memicu perdebatan luas di Jerman mengenai efektivitas sistem hukum dalam menangani individu yang telah teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan jaringan ekstremis.
Sumber: Skynews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







