Trump Ungkap Alasan Batal Serang Iran, Desakan Arab Saudi hingga Qatar Cegah Konflik Meluas

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan di balik keputusannya membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Iran. Trump mengatakan langkah tersebut diambil setelah menerima desakan dari sejumlah sekutu utama di kawasan Teluk, yakni Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), yang meminta Washington memberi kesempatan lebih besar bagi jalur diplomasi.
Dalam keterangannya kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu (2/8/2026) waktu setempat, Trump mengaku sempat menyiapkan operasi militer besar yang dijadwalkan berlangsung hari itu. Bahkan, ia menyebut serangan tersebut akan menjadi operasi terbesar Amerika Serikat sejak Perang Dunia II.
Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah Trump berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman serta menerima permintaan dari sejumlah pejabat Iran agar proses negosiasi tetap dilanjutkan.
"Saya bertanya kepada Putra Mahkota, apakah lebih baik kami melakukan serangan atau tidak. Mereka mengatakan jauh lebih memilih kesepakatan daripada serangan karena tidak ada yang tahu ke mana konflik ini akan berujung," ujar Trump.
Percakapan itu berlangsung sehari sebelum Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa negara-negara Timur Tengah telah mencapai kerangka awal kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima bulan.
Selat Hormuz dan Nuklir Iran Jadi Fokus Perundingan
Trump menegaskan bahwa rancangan kesepakatan yang sedang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum konflik pecah.
Selain itu, negosiasi juga difokuskan pada penyelesaian sengketa mengenai program nuklir Iran yang selama ini menjadi perhatian utama Washington dan sekutunya.
Meski demikian, pemerintah Iran belum memberikan sinyal akan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan status Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari. Ia mengatakan Teheran saat ini masih berdiskusi dengan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran, namun belum ada pembahasan terkait pembukaan penuh selat tersebut.
Sejak konflik meningkat, Iran beberapa kali menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin dari otoritas Teheran sebagai bagian dari eskalasi perang dengan Amerika Serikat.
Perundingan AS-Iran Dijadwalkan Berlanjut
Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran diperkirakan kembali berlangsung pada Senin (3/8), meski belum mengungkap lokasi maupun pihak yang akan terlibat dalam pertemuan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







