Akurat Logo

Trump Ungkap Alasan Batal Serang Iran, Desakan Arab Saudi hingga Qatar Cegah Konflik Meluas

Fitra Iskandar | 3 Agustus 2026, 13:54 WIB
Trump Ungkap Alasan Batal Serang Iran, Desakan Arab Saudi hingga Qatar Cegah Konflik Meluas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri). Foto: Yeni Safak

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan di balik keputusannya membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Iran. Trump mengatakan langkah tersebut diambil setelah menerima desakan dari sejumlah sekutu utama di kawasan Teluk, yakni Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), yang meminta Washington memberi kesempatan lebih besar bagi jalur diplomasi.

Dalam keterangannya kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu (2/8/2026) waktu setempat, Trump mengaku sempat menyiapkan operasi militer besar yang dijadwalkan berlangsung hari itu. Bahkan, ia menyebut serangan tersebut akan menjadi operasi terbesar Amerika Serikat sejak Perang Dunia II.

Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah Trump berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman serta menerima permintaan dari sejumlah pejabat Iran agar proses negosiasi tetap dilanjutkan.

"Saya bertanya kepada Putra Mahkota, apakah lebih baik kami melakukan serangan atau tidak. Mereka mengatakan jauh lebih memilih kesepakatan daripada serangan karena tidak ada yang tahu ke mana konflik ini akan berujung," ujar Trump.

Percakapan itu berlangsung sehari sebelum Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa negara-negara Timur Tengah telah mencapai kerangka awal kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima bulan.

Selat Hormuz dan Nuklir Iran Jadi Fokus Perundingan

Trump menegaskan bahwa rancangan kesepakatan yang sedang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum konflik pecah.

Selain itu, negosiasi juga difokuskan pada penyelesaian sengketa mengenai program nuklir Iran yang selama ini menjadi perhatian utama Washington dan sekutunya.

Meski demikian, pemerintah Iran belum memberikan sinyal akan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan status Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari. Ia mengatakan Teheran saat ini masih berdiskusi dengan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran, namun belum ada pembahasan terkait pembukaan penuh selat tersebut.

Sejak konflik meningkat, Iran beberapa kali menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin dari otoritas Teheran sebagai bagian dari eskalasi perang dengan Amerika Serikat.

Perundingan AS-Iran Dijadwalkan Berlanjut

Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran diperkirakan kembali berlangsung pada Senin (3/8), meski belum mengungkap lokasi maupun pihak yang akan terlibat dalam pertemuan tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.