Akurat Logo

Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi dengan AS: Tidak Ada Rencana Pertemuan!

Fitra Iskandar | 4 Agustus 2026, 08:05 WIB
Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi dengan AS: Tidak Ada Rencana Pertemuan!
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. - Majid Asgaripour/WANA/via Reuters

AKURAT.CO Pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim pembicaraan antara Washington dan Teheran masih berlangsung. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan hingga saat ini tidak ada negosiasi yang sedang berjalan maupun pertemuan baru yang dijadwalkan dengan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan seluruh tim perunding Iran masih berada di dalam negeri. Satu-satunya pejabat tinggi yang sedang berada di luar negeri adalah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi yang tengah melakukan kunjungan ke sebuah situs keagamaan di Irak.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah klaim Donald Trump yang sebelumnya menyebut kedua negara sedang melanjutkan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan baru.

Iran dan Oman Lanjutkan Pembahasan Selat Hormuz

Meski membantah adanya dialog dengan Amerika Serikat, Iran memastikan komunikasi dengan Oman terkait masa depan pelayaran di Selat Hormuz masih terus berlangsung.

Kedua negara disebut mencatat kemajuan dalam beberapa hari terakhir. Menurut sejumlah mediator yang terlibat dalam pembahasan, salah satu usulan yang sedang dipertimbangkan adalah pembukaan jalur pelayaran sementara bagi kapal-kapal dagang.

Dalam skema tersebut, kapal-kapal akan memasuki Selat Hormuz melalui perairan Iran dan keluar melalui wilayah perairan Oman tanpa dikenakan biaya transit.

Para mediator menyebut proposal tersebut masih menunggu persetujuan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sementara itu, Iran dikabarkan memberikan respons positif, namun mengajukan syarat agar sanksi terhadap ekspor minyaknya dicabut serta memperoleh jaminan bahwa negara itu tidak akan menjadi sasaran serangan militer.

Negara Arab Minta Jaminan Keamanan

Sejumlah pejabat senior negara-negara Arab juga meminta agar setiap kesepakatan yang dicapai dengan Iran mencakup jaminan keamanan bagi kawasan.

Mereka menginginkan komitmen bahwa Teheran tidak akan menyerang wilayah negara-negara tetangganya, baik secara langsung maupun melalui kelompok-kelompok yang didukung Iran.

Laporan juga menyebut Pakistan menawarkan diri menjadi tuan rumah putaran berikutnya apabila pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat kembali digelar.

Trump Sebut Iran Masih Punya Kesempatan Terakhir

Sementara itu, Presiden Donald Trump pada Senin kembali menyatakan bahwa komunikasi dengan Iran masih berlangsung. Dalam pernyataannya di Oval Office, Trump menyebut Teheran sedang menghadapi "kesempatan terakhir" untuk mencapai kesepakatan dengan Washington sebelum menghadapi konsekuensi militer yang lebih besar.

Trump mengklaim Iran kembali membuka jalur komunikasi dengan dukungan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar karena khawatir terhadap serangan besar yang menurutnya telah disiapkan Amerika Serikat.

Menurut Trump, serangan tersebut akan menjadi operasi militer terbesar sejak Perang Dunia II apabila tidak dibatalkan.

Namun, hingga kini pemerintah Iran tetap menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat yang sedang berlangsung, sehingga perbedaan pernyataan kedua negara kembali menimbulkan tanda tanya mengenai prospek diplomasi di tengah ketegangan yang masih tinggi di kawasan Timur Tengah.

Sumber: JPost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.