Listrik Kembali Lumpuh Akibat Blackout Nasional, Kuba Salahkan Embargo AS
AKURAT.CO Kuba kembali mengalami pemadaman listrik nasional setelah jaringan listrik utama (National Electric System/SEN) kolaps untuk keenam kalinya sepanjang 2026. Pemerintah Kuba menuding embargo Amerika Serikat (AS) sebagai penyebab utama krisis energi yang terus memburuk di negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez Parrilla, menyatakan bahwa serangkaian pemadaman listrik yang melanda negaranya merupakan dampak langsung dari kebijakan embargo yang diberlakukan Washington selama puluhan tahun.
Melalui akun resminya di platform X pada Selasa (4/8), Rodríguez menyebut embargo tersebut telah berkembang menjadi "pengepungan energi" yang menghambat kemampuan Kuba menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional.
"Terputusnya Sistem Kelistrikan Nasional merupakan konsekuensi langsung dari blokade genosida Amerika Serikat terhadap Kuba, khususnya pengepungan di sektor energi," tulis Rodríguez.
Menurutnya, sanksi AS tidak hanya membatasi impor bahan bakar, tetapi juga menghambat masuknya suku cadang penting yang dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan listrik nasional.
Rodríguez juga menilai embargo membuat Kuba kesulitan menjalin kerja sama dengan tenaga ahli dari negara lain serta membatasi akses pemerintah terhadap pembiayaan internasional yang dibutuhkan untuk memodernisasi infrastruktur energi.
Blackout Nasional Berulang
Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah Kuba kembali mengalami kegagalan total jaringan listrik nasional. Insiden terbaru ini menjadi bagian dari rangkaian blackout besar yang berulang dalam beberapa bulan terakhir dan menyebabkan jutaan warga terdampak oleh pemadaman listrik.
Krisis pasokan listrik di negara Karibia itu semakin sering terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, mulai dari infrastruktur pembangkit yang menua, keterbatasan pasokan bahan bakar, hingga sulitnya memperoleh komponen pengganti untuk perawatan pembangkit listrik.
Kedutaan Besar AS Keluarkan Peringatan
Di tengah memburuknya situasi, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya yang berada di Kuba maupun yang berencana berkunjung agar bersiap menghadapi gangguan layanan publik secara luas.
Dalam pernyataannya pada Senin (3/8), Kedutaan AS menyebut jaringan listrik Kuba kini berada dalam kondisi yang semakin tidak stabil.
Selain pemadaman listrik, pihak kedutaan juga mengingatkan adanya laporan gangguan layanan telepon seluler dan internet yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat maupun wisatawan.
Kedutaan AS mencatat bahwa blackout terbaru merupakan kegagalan total jaringan listrik nasional yang keenam sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tiga insiden terjadi hanya dalam kurun Juli, menandakan krisis energi di Kuba semakin serius dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap ketahanan sistem kelistrikan Kuba, yang dalam beberapa tahun terakhir terus menghadapi tekanan akibat minimnya investasi, keterbatasan pasokan energi, serta dampak sanksi ekonomi yang masih menjadi perdebatan antara Havana dan Washington.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








