Anak Muda Kuba Beralih ke Gereja saat Narkoba Sintetis Murah Membanjiri Jalanan

AKURAT.CO Puluhan orang berdiri melingkar di sebuah ruangan di rumah sakit jiwa di Havana, Kuba. Mereka saling menggenggam tangan sambil melantunkan doa bersama, berjanji membersihkan tubuh dari “racun yang memperbudak”.
Permohonan kolektif untuk kembali bebas selama 24 jam ke depan itu menjadi langkah awal dalam program detoksifikasi selama 90 hari sebelum para pasien memulai proses rehabilitasi.
Selama bertahun-tahun, penggunaan narkoba hampir tidak dikenal di Kuba. Namun sejak awal dekade ini, kondisi tersebut mulai berubah akibat krisis ekonomi yang semakin dalam, kelangkaan barang kebutuhan pokok, serta munculnya obat sintetis murah.
Di Havana dan berbagai kota lain di pulau tersebut, kini bukan lagi pemandangan langka melihat anak muda tertidur di taman kota, berjalan sempoyongan, atau bahkan tergeletak tidak sadar di ruang publik.
Narkoba Sintetis Murah Jadi Ancaman
Menurut otoritas setempat, ancaman utama datang dari zat yang dikenal sebagai “químico” atau “kimia”, campuran kuat dari kanabinoid sintetis dan berbagai bahan tambahan berbahaya.
Di kalangan pengguna jalanan, narkoba ini juga disebut “papelitos” atau “kertas kecil”. Zat tersebut diserap ke lembaran kertas yang kemudian dipotong kecil-kecil dan dihisap.
Baca Juga: Warga dan Pemerintah Kuba Kompak Nyatakan Tak Takut Hadapi Ancaman Donald Trump
Dengan harga sekitar 250 peso Kuba atau sekitar 50 sen per dosis, narkoba ini bahkan lebih murah daripada roti atau minuman soda.
“Ini sangat murah dan ada di mana-mana,” kata David Morales, 25 tahun, yang kini menjalani pemulihan setelah mendapat bantuan dari pusat kesehatan pemerintah dan menjalani terapi rehabilitasi di gereja Baptis evangelis Alcance Victoria Cuba.
Pemerintah Bentuk Observatorium Narkoba
Mengakui meningkatnya konsumsi narkoba, Kementerian Kesehatan Kuba bersama sejumlah lembaga negara pada Juli lalu membentuk National Drug Observatory.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






