Trump Tolak Permintaan Zelensky soal Rudal Patriot, Stok AS Disebut Menipis Akibat Konflik Iran

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memasok ratusan rudal pencegat tambahan bagi sistem pertahanan udara Patriot. Penolakan itu terjadi dalam pertemuan kedua pemimpin di Gedung Putih pekan lalu.
Laporan Financial Times menyebutkan, Zelensky meminta tambahan rudal Patriot dalam jumlah besar sebagai langkah memperkuat pertahanan udara Ukraina menjelang musim dingin. Namun, Trump menolak permintaan tersebut dengan alasan stok rudal pencegat Amerika Serikat saat ini terbatas.
Mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Trump mengatakan persediaan rudal Patriot masih dibutuhkan untuk melindungi fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah serta negara-negara sekutu di kawasan yang tengah menghadapi eskalasi konflik dengan Iran.
Keputusan itu muncul di tengah laporan yang menyebut stok rudal pertahanan udara AS terus menyusut setelah operasi militer terhadap Iran.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah pemberitaan yang menyatakan persediaan rudal Patriot dan THAAD Amerika Serikat berada pada level kritis. Ia bahkan menyebut laporan tersebut sebagai "berita palsu" dan menuding media menyebarkan informasi yang tidak akurat.
Namun, laporan CNN menyebut militer AS telah menghabiskan sekitar 80% stok rudal pencegat THAAD dan sekitar 65% persediaan rudal Patriot selama kampanye militernya terhadap Iran. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebijakan Washington dalam memberikan bantuan pertahanan udara kepada Ukraina.
Di sisi lain, Trump juga belum memastikan rencana yang sebelumnya sempat diisyaratkan, yakni mengizinkan Ukraina memproduksi rudal Patriot melalui skema lisensi. Presiden AS tersebut kini menyatakan belum mengambil keputusan final terkait opsi tersebut.
Penolakan atas permintaan Zelensky berpotensi menjadi tantangan baru bagi Ukraina yang terus berupaya memperkuat sistem pertahanan udaranya untuk menghadapi serangan rudal dan drone Rusia menjelang musim dingin mendatang.
Sumber: Eurointegration
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








