Iran Anggap Pakta Mekkah Cuma Propaganda, Analis Ingatkan Bahaya Besar
AKURAT.CO Pejabat dan analis Iran secara terbuka berupaya mengecilkan ancaman dari pakta pertahanan baru antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki. Namun, sejumlah komentator memperingatkan Teheran agar tidak meremehkan munculnya konfigurasi keamanan baru di kawasan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pada Senin bahwa Teheran tidak memiliki alasan untuk mengkhawatirkan Pakta Mekkah sebagai perjanjian yang ditujukan untuk menghadapi Iran.
Menurut Baghaei, kesepakatan tersebut lebih tepat dipandang sebagai respons terhadap ambisi Israel dan menurunnya kepercayaan negara-negara kawasan terhadap jaminan keamanan Amerika Serikat.
Pandangan serupa disampaikan Seyed Abdollah Motavalian, komentator garis keras yang menulis di surat kabar Javan yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Ia menilai pakta tersebut memiliki "potensi propaganda yang besar", tetapi masih menghadapi hambatan serius untuk berkembang menjadi aliansi strategis.
Motavalian memperingatkan Teheran agar tidak mengambil keputusan terburu-buru, khususnya dalam negosiasi dengan Washington, hanya karena khawatir terhadap aliansi yang menurutnya belum benar-benar terbentuk.
"Keterampilan strategis Teheran adalah tidak membiarkan sebuah dokumen politik, sebelum diuji oleh kenyataan, berubah menjadi kekuatan imajiner dalam perhitungan para pengambil keputusan," tulisnya.
Menurutnya, kekalahan pertama dalam situasi tersebut mungkin bukan terjadi di medan perang, melainkan dalam pola pikir para pengambil keputusan.
Iran Soroti Perbedaan Kepentingan Saudi, Pakistan, dan Turki
Sejumlah komentar lain di Iran menyoroti perbedaan kepentingan antara ketiga negara tersebut.
Para analis mempertanyakan apakah Pakistan dan Turki benar-benar bersedia terlibat langsung dalam konflik yang dihadapi Arab Saudi.
Salah satu analisis di Javan menyebut komitmen ketiga negara kemungkinan pada akhirnya terbatas pada dukungan penasihat, penjualan senjata, dan latihan militer bersama.
Dari sudut pandang tersebut, pakta pertahanan belum otomatis berarti terbentuknya blok militer yang siap terlibat dalam perang.
Iran Anggap Pakta sebagai Tanda Saudi Mulai Menjauh dari AS
Pejabat Iran dan media yang berafiliasi dengan pemerintah juga menafsirkan kesepakatan tersebut sebagai tanda frustrasi Arab Saudi terhadap Washington.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








