Akurat Logo

Bentrokan Houthi dan Pasukan Pemerintah pecah, Yaman di Ambang Perang Lagi

Fitra Iskandar | 14 Agustus 2026, 09:14 WIB
Bentrokan Houthi dan Pasukan Pemerintah pecah, Yaman di Ambang Perang Lagi
Bentrokan Houthi dan Pasukan Pemerintah pecah, Yaman di Ambang Perang Lagi. Foto: Ilustrasi

AKURAT.CO Yaman kembali berada di titik rawan setelah bentrokan antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah berlangsung sepanjang malam hingga Kamis, 13 Agustus 2026.

Pertempuran terbaru memicu kekhawatiran bahwa perang saudara Yaman yang sempat mereda sejak gencatan senjata 2022 dapat kembali meletus dalam skala besar. Jika terjadi, konflik tersebut berpotensi membuka front baru di tengah perang yang melibatkan Iran dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Tentara Yaman Tewas dalam Bentrokan dengan Houthi

Sedikitnya seorang tentara pemerintah tewas dan seorang lainnya mengalami luka kritis dalam pertempuran dengan Houthi di Provinsi Taiz, menurut pejabat militer Yaman yang dikutip Associated Press.

Bentrokan tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan Houthi terhadap wilayah yang masih dikuasai pemerintah Yaman.

Militer Yaman menyebut puluhan pasukan pemerintah telah tewas sejak pekan lalu akibat meningkatnya serangan di sejumlah wilayah.

Situasi tersebut membuat kekhawatiran mengenai runtuhnya stabilitas yang relatif terjaga sejak gencatan senjata 2022 semakin besar.

Houthi Kembali Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi

Di tengah meningkatnya pertempuran di Yaman, Houthi juga mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap kilang minyak milik Saudi Aramco di Jazan, Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi belum memberikan komentar langsung mengenai laporan serangan tersebut.

Aksi itu terjadi hanya beberapa hari setelah Houthi dilaporkan meluncurkan drone ke fasilitas yang sama. Kementerian Energi Saudi sebelumnya mengatakan serangan tersebut memicu kebakaran, tetapi tidak menyebabkan korban jiwa.

Ancaman Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi menambah kekhawatiran mengenai meluasnya dampak konflik Yaman terhadap jalur perdagangan dan energi di kawasan.

Konflik Yaman sendiri bermula pada 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa. Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Bulan lalu, Houthi juga mengumumkan blokade terhadap pelayaran Saudi, sehingga meningkatkan ancaman terhadap salah satu jalur perdagangan penting di kawasan.

PBB: Risiko Perang Besar Yaman Kembali Terjadi

Utusan khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa kondisi Yaman kini berada pada tingkat risiko yang sangat serius.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.