Akurat Logo

Trump Klaim Kim Jong-un Sudah Merespons Upaya Buka Dialog AS-Korea Utara

Fitra Iskandar | 18 Agustus 2026, 09:52 WIB
Trump Klaim Kim Jong-un Sudah Merespons Upaya Buka Dialog AS-Korea Utara
Kim Jong-un - KCNA

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah merespons upayanya untuk kembali membuka komunikasi langsung dengan Pyongyang.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Senin, 17 Agustus, sehari setelah ia memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Ketika seorang wartawan di Oval Office bertanya mengapa Kim belum merespons upaya Trump untuk kembali menjalin komunikasi, Trump menjawab singkat, "He has" atau "Dia sudah merespons."

Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk respons Kim maupun kapan komunikasi tersebut t erjadi.

Gedung Putih dan perwakilan Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Trump Kurangi Latihan Militer AS-Korea Selatan

Sehari sebelumnya, Trump memerintahkan Pentagon untuk "secara substansial mengurangi" latihan militer bersama dengan Korea Selatan.

Trump menilai latihan tersebut terlalu mahal. Ia juga mengaitkan keputusan itu dengan penolakan Seoul untuk terlibat dalam operasi terkait Iran.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut latihan militer tersebut mengirimkan sinyal yang tidak tepat dan bermusuhan kepada Korea Utara.

Menurut Trump, selama masa kepemimpinannya, Korea Utara telah bersikap tidak mengancam dan menghormati Amerika Serikat.

Latihan militer gabungan AS-Korea Selatan selama bertahun-tahun menjadi salah satu isu yang paling ditentang Pyongyang. Korea Utara secara konsisten menilai latihan tersebut sebagai persiapan untuk perang.

Trump Ingin Hidupkan Kembali Diplomasi dengan Kim

Hubungan Trump dan Kim Jong-un pernah menjadi salah satu agenda utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat pada periode pertama kepresidenan Trump.

Keduanya bertemu dalam dua pertemuan tingkat tinggi pada 2018 dan 2019, bahkan saling berkirim surat. Namun, pembicaraan mengenai program nuklir Korea Utara akhirnya mengalami kebuntuan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.