Selat Hormuz Masih Terganggu, Oman dan Iran Bahas Jalur Aman untuk Kapal Komersial

AKURAT.CO Oman dan Iran kembali membahas kondisi pelayaran di Selat Hormuz yang masih terganggu di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara menekankan perlunya mencapai “pemahaman praktis” untuk membuka jalan bagi kelancaran kembali lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut.
Pembahasan berlangsung dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat. Informasi tersebut dilaporkan Oman News Agency, kantor berita resmi Oman.
Dalam pembicaraan itu, kedua diplomat membahas berbagai langkah untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan dialog kembali berlangsung, mempersempit perbedaan, serta mencari solusi damai dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak.
Oman dan Iran Cari Kesepahaman soal Selat Hormuz
Oman dan Iran juga menyoroti pentingnya mencapai “pemahaman praktis” yang dapat membantu memulihkan kelancaran navigasi di Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Oman dan menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Pada awal Agustus, Teheran mengumumkan telah mencapai kesepahaman dengan Muscat mengenai koordinat geografis koridor maritim yang diusulkan untuk kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Iran saat itu menyatakan kedua negara telah menyepakati kriteria geografis koridor tersebut. Namun, pernyataan bersama yang memuat poin-poin utama kesepakatan masih dalam tahap finalisasi.
Lalu Lintas Kapal Anjlok 90 Persen
Meski pembicaraan diplomatik terus dilakukan, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.
UK Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Jumat melaporkan lalu lintas kapal melalui selat tersebut berada sekitar 90 persen di bawah level sebelum perang.
Kondisi itu menunjukkan besarnya dampak konflik terhadap jalur pelayaran komersial di kawasan tersebut.
Pada pertengahan Agustus, UKMTO sebelumnya melaporkan lalu lintas kapal sempat mencapai 17 persen dari rata-rata sebelum perang, setelah anjlok hingga hanya 4 persen pada pekan sebelumnya.
Risiko keamanan dan serangkaian serangan terhadap kapal komersial di perairan kawasan menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemulihan aktivitas pelayaran.
Kesepakatan AS-Iran Sebelumnya Gagal
Upaya mengembalikan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz sebelumnya juga pernah dilakukan Washington dan Teheran.
Pada Juni, Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang menyerukan penghentian permusuhan serta pemulihan aktivitas pelayaran melalui selat tersebut.
Namun, kesepakatan itu kemudian gagal diterapkan akibat perselisihan yang terus berlangsung mengenai mekanisme pelaksanaan dan masa depan navigasi di Selat Hormuz.
Konflik Iran dan AS-Israel Terus Berlanjut
Konflik saat ini bermula pada akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran.
Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
Di tengah konflik tersebut, Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial karena gangguan terhadap jalur ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap perdagangan regional dan lalu lintas energi global.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








