Tidak Mau Kecolongan, Macron Kerahkan Kapal Induk Nuklir Prancis ke Mediterania

AKURAT.CO Prancis mulai mengubah postur militernya di tengah meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memerintahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle untuk berpindah dari Laut Baltik ke Laut Mediterania guna melindungi aset dan kepentingan negara-negara sekutu.
Langkah ini diumumkan Macron dalam pidato yang disiarkan televisi nasional. Ia menegaskan bahwa kapal induk tersebut akan dikawal sejumlah fregat serta didukung oleh kekuatan udara yang lengkap. Jet tempur Rafale, sistem pertahanan udara, hingga pesawat radar pengintai disebut telah lebih dulu dikerahkan ke kawasan tersebut.
“Dan kami akan melanjutkan upaya ini selama diperlukan,” tegas Macron.
Prancis Klaim Bertindak untuk Pertahanan
Sebelumnya, Prancis bersama Inggris dan Jerman menyatakan tidak terlibat dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai akhir pekan lalu. Namun, Paris kini menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah defensif.
Macron mengungkapkan bahwa pasukan Prancis telah menembak jatuh sejumlah drone pada jam-jam awal konflik. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri yang sah demi melindungi wilayah udara negara-negara sekutu.
Meski demikian, Macron tidak merinci detail operasi militer yang dilakukan.
Serangan ke Pangkalan Inggris Picu Respons
Keputusan memindahkan gugus kapal induk diambil setelah adanya serangan terhadap pangkalan angkatan udara Inggris di Siprus. Negara tersebut merupakan anggota Uni Eropa dan baru saja menandatangani kemitraan strategis dengan Prancis.
“Situasi ini menuntut dukungan kami,” ujar Macron.
Ia juga menekankan bahwa Prancis memiliki perjanjian pertahanan dengan Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, serta komitmen kuat terhadap Yordania dan Irak.
Kritik ke Hezbollah dan Peringatan untuk Israel
Di tengah konflik yang mulai merambah Lebanon, Macron mengkritik kelompok bersenjata Hezbollah atas apa yang disebutnya sebagai “kesalahan besar” karena menyerang Israel dan membahayakan warga sipil Lebanon.
Namun di sisi lain, Macron juga memperingatkan Israel agar tidak melancarkan operasi darat ke wilayah Lebanon.
“Ini akan menjadi eskalasi berbahaya dan kesalahan strategis,” katanya. Ia mendesak Hezbollah menghentikan seluruh serangan dan meminta Israel menghormati kedaulatan serta integritas wilayah Lebanon.
Macron Soroti Legalitas Serangan ke Iran
Menariknya, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak dapat menyetujui serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran karena dilakukan di luar kerangka hukum internasional.
Ia berharap serangan dapat segera dihentikan dan jalur diplomasi kembali diutamakan.
“Saya berharap rakyat Iran dapat secara bebas menentukan nasib mereka sendiri,” ujarnya.
Meski begitu, Macron tetap menyalahkan Teheran atas meningkatnya krisis. Ia menuduh Iran mengembangkan program nuklir berbahaya serta kemampuan rudal balistik yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus mendukung dan mempersenjatai kelompok-kelompok bersenjata di kawasan seperti Hezbollah di Lebanon, Houthi di Yaman, milisi Syiah di Irak, serta memberikan dukungan kepada Hamas.
Konflik Timur Tengah Kian Memanas
Pengerahan kapal induk nuklir Prancis ini menandai peningkatan kewaspadaan Eropa terhadap konflik yang berpotensi meluas. Dengan keterlibatan berbagai negara dan aktor non-negara, situasi di Timur Tengah kini memasuki fase yang semakin kompleks dan rawan eskalasi lebih besar.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







