Pakar: Kemenangan AfD di Jerman Jadi Sinyal Partai Sayap Kanan "Mengancam" Eropa

AKURAT.CO Kemenangan telak partai sayap kanan Jerman, Alternative für Deutschland (AfD), dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt menjadi sinyal semakin kuatnya pergeseran politik ke kanan di Jerman dan Eropa. Hasil tersebut sekaligus memperbesar kekhawatiran bahwa partai sayap kanan Eropa akan semakin menentukan arah politik kawasan dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September 2026, AfD meraih 43,8 persen suara, sebuah capaian bersejarah yang membuka peluang bagi partai tersebut untuk memimpin pemerintahan negara bagian di Jerman untuk pertama kalinya. Kemenangan partai sayap kanan Jerman itu bahkan disebut mantan kanselir Angela Merkel sebagai,“titik balik nyata dalam sejarah Jerman”.
Para pakar menilai kemenangan AfD tidak dapat dilihat hanya sebagai fenomena politik lokal. Dengan sejumlah negara besar Eropa akan menggelar pemilu tahun depan, menguatnya partai sayap kanan Eropa berpotensi mengubah lanskap politik, hubungan geopolitik, hingga arah masa depan Uni Eropa.
Kemenangan Bersejarah AfD
Wu Huiping, wakil direktur German Studies Center di Tongji University, mengatakan hasil pemilu Saxony-Anhalt memiliki dampak jauh lebih besar terhadap politik Jerman dibandingkan statusnya sebagai pemilu tingkat negara bagian.
Menurut Wu, perolehan hampir 44 persen suara oleh AfD merupakan sesuatu yang nyaris tidak terbayangkan dalam politik Jerman pascaperang. Jerman selama puluhan tahun dikenal sangat berhati-hati terhadap kebangkitan kekuatan politik ekstrem kanan akibat pengalaman sejarah negara tersebut.
“Ini menandai munculnya partai sayap kanan sebagai partai terbesar setelah pemilu negara bagian dan kemungkinan koalisi dengan Sahra Wagenknecht Alliance atau BSW, yang secara efektif akan menerobos ‘firewall’ terhadap kelompok sayap kanan,” kata Wu.
Istilah “firewall” merujuk pada kesepakatan politik informal partai-partai arus utama Jerman untuk tidak bekerja sama dengan AfD.
Menurut Wu, penguatan AfD juga telah mendorong ekosistem politik Jerman bergerak semakin konservatif. Bahkan BSW, partai yang berasal dari spektrum kiri, mulai mengambil sikap lebih keras terhadap imigrasi dan lebih menekankan identitas nasional.
Pada saat yang sama, partai-partai arus utama ikut menggeser posisi mereka ke kanan dalam sejumlah isu, terutama imigrasi. Kondisi tersebut membuat pusat gravitasi politik Jerman semakin bergeser ke kanan.
Kekhawatiran Menyebar ke Eropa
Kemenangan AfD dengan cepat memicu kekhawatiran di negara-negara Eropa lainnya. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyebut hasil pemilu Saxony-Anhalt sebagai peringatan mengenai ancaman sayap kanan yang semakin menguat di seluruh Eropa.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga menekankan perlunya pemerintah mengatasi kemarahan dan keputusasaan publik yang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya dukungan terhadap gerakan politik radikal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








