Uni Eropa Gagal Sepakati Pencabutan Sanksi untuk Usmanov dan Fridman, Latvia Ajukan Keberatan

AKURAT.CO Negara-negara Uni Eropa gagal mencapai kesepakatan final untuk mencabut sanksi terhadap dua miliarder yang terkait dengan Rusia, Alisher Usmanov dan Mikhail Fridman. Negosiasi akan dilanjutkan di Brussels menjelang batas waktu perpanjangan sanksi terhadap hampir 3.000 individu dan entitas terkait Rusia.
Sebelumnya, para diplomat Uni Eropa menyebut 27 negara anggota telah mencapai kesepakatan sementara untuk mengeluarkan Usmanov dan Fridman dari daftar hitam sebagai bagian dari kompromi. Sebagai gantinya, sanksi terhadap ribuan individu dan entitas lainnya akan diperpanjang selama tiga tahun, jauh lebih lama dibandingkan periode perpanjangan yang biasanya enam atau 12 bulan.
Namun, kesepakatan tersebut gagal memperoleh persetujuan akhir setelah Latvia mengajukan keberatan pada tahap terakhir pembahasan.
Duta Besar Uni Eropa Kembali Bertemu
Para diplomat mengatakan para duta besar negara anggota Uni Eropa akan kembali menggelar pertemuan pada Selasa pagi untuk mencari kesepakatan sebelum batas waktu berakhir.
Sanksi individu Uni Eropa mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan. Perpanjangan daftar tersebut membutuhkan persetujuan bulat dari seluruh 27 negara anggota. Batas waktu saat ini jatuh pada 22 September setelah Uni Eropa sebelumnya memberikan perpanjangan sementara selama tujuh hari.
Perselisihan mengenai Usmanov dan Fridman tidak memengaruhi sanksi sektoral Uni Eropa terhadap perekonomian Rusia.
Prancis dan Slovakia Dorong Sanksi Usmanov Dicabut
Kebuntuan tersebut berawal dari dorongan Prancis dan Slovakia agar sanksi terhadap Usmanov dicabut.
Prancis menyebut alasan yang berkaitan dengan keamanan nasional, tetapi belum memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan spesifiknya. Sejumlah laporan mengaitkan posisi Paris dengan kemungkinan pembebasan warga negara Prancis yang ditahan di Azerbaijan, meski pejabat Azerbaijan membantah adanya tekanan terhadap Prancis.
Setelah permintaan terkait Usmanov muncul, Luksemburg mendorong agar Mikhail Fridman juga dikeluarkan dari daftar sanksi.
Fridman diketahui tengah menggugat Luksemburg terkait pembekuan asetnya. Menurut para diplomat, pemerintah Luksemburg khawatir mempertahankan sanksi terhadap Fridman sementara Usmanov dikeluarkan dapat memperlemah posisi hukumnya dalam perkara tersebut.
Negara Baltik dan Polandia Menolak Pelonggaran
Usulan pencabutan sanksi terhadap kedua miliarder tersebut mendapat penolakan dari sejumlah negara Uni Eropa yang mengambil posisi lebih keras terhadap Rusia, termasuk Polandia dan negara-negara Baltik.
Latvia menjadi negara yang pada tahap terakhir menahan persetujuan atas kompromi tersebut. Menteri Luar Negeri Latvia Baiba Braze mengatakan posisi negaranya adalah sanksi terhadap Rusia harus diperkuat, bukan dilonggarkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








