Akurat
Pemprov Sumsel

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas Peringatkan Amerika Serikat sedang Memecah Belah Eropa

Fitra Iskandar | 13 Maret 2026, 16:04 WIB
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas Peringatkan Amerika Serikat sedang Memecah Belah Eropa
Bendera Uni Eropa. Foto: Anadolu

AKURAT.CO Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan Amerika Serikat berupaya memecah belah Eropa dan tidak menyukai Uni Eropa. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan Financial Times pada Jumat (13/3), setelah lebih dari setahun hubungan transatlantik mengalami ketegangan.

“Apa yang menurut saya penting dipahami semua pihak adalah bahwa Amerika Serikat sangat jelas ingin memecah Eropa. Mereka tidak menyukai Uni Eropa,” kata Kallas kepada Financial Times.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Brussel sejak Presiden AS Donald Trump memulai masa jabatan keduanya.

Trump berulang kali mengkritik Uni Eropa, termasuk dengan memberlakukan tarif terhadap negara-negara anggota blok tersebut. Ia juga sempat mengemukakan gagasan untuk mencaplok Greenland, langkah yang dinilai dapat mengguncang keberlangsungan aliansi NATO.

Pekan ini, pemerintahan Trump juga meluncurkan penyelidikan perdagangan terhadap Uni Eropa dan sejumlah negara lain, termasuk China, India, Japan, South Korea, dan Mexico. Washington menuduh negara-negara tersebut menjalankan praktik perdagangan yang tidak adil.

Melalui penyelidikan tersebut, negara-negara yang menjadi sasaran berpotensi menghadapi tarif baru pada musim panas tahun ini, setelah Mahkamah Agung AS bulan lalu membatalkan sebagian besar program tarif Trump.

Kallas menilai pendekatan Washington terhadap Uni Eropa mencerminkan taktik yang biasa digunakan oleh pihak-pihak yang menjadi lawan blok tersebut.

Ia juga mengingatkan negara-negara anggota Uni Eropa agar tidak menghadapi Trump secara bilateral.

“Kami harus berurusan dengannya bersama-sama, karena kami memiliki kekuatan yang setara jika bersatu,” katanya.

Meski demikian, Kallas mengakui Eropa masih membutuhkan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat.

“Kami perlu membeli dari Amerika karena kami belum memiliki aset, kemungkinan, atau kemampuan yang kami butuhkan,” ujarnya.

Namun ia menambahkan bahwa negara-negara Eropa juga harus meningkatkan investasi dalam industri pertahanan mereka sendiri.

Sumber: Reuters

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.