Korea Selatan Murka! Zelensky Bongkar Transfer Rahasia 2 Tawanan Korea Utara

AKURAT.CO Hubungan Korea Selatan dan Ukraina memanas setelah Presiden Volodymyr Zelensky mengungkap bahwa Kyiv telah menyerahkan dua tawanan perang asal Korea Utara kepada Seoul.
Pemerintah Korea Selatan menilai pengungkapan tersebut melanggar kesepakatan kerahasiaan yang sebelumnya dibuat kedua negara. Seoul kini menuntut Ukraina memberikan penjelasan resmi sekaligus permintaan maaf.
Kantor kepresidenan Korea Selatan pada Minggu, 27 September 2026, menyatakan “penyesalan kuat” atas keputusan Ukraina mengungkap transfer tersebut secara sepihak. Seoul juga mempersoalkan pernyataan pihak Ukraina yang menyangkal adanya kesepakatan untuk merahasiakan proses pemindahan dua tawanan tersebut.
Zelensky Ungkap Transfer Tawanan Korea Utara
Persoalan bermula ketika Zelensky menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 23 September 2026.
Dalam pidatonya, Zelensky mengatakan Ukraina telah mengirim dua tentara Korea Utara yang sebelumnya ditangkap di wilayah Kursk, Rusia, ke Korea Selatan.
Kedua tentara tersebut ditangkap pasukan Ukraina pada Januari 2025 setelah dikerahkan ke wilayah Kursk untuk membantu pasukan Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Zelensky juga mengungkap kondisi salah satu tawanan. Menurutnya, tentara tersebut sempat mencoba bunuh diri setelah menyadari dirinya akan ditangkap.
Pengungkapan itu kemudian memicu reaksi keras dari pemerintah Korea Selatan.
Presiden Lee Jae Myung mengatakan informasi mengenai transfer tersebut seharusnya tidak dipublikasikan karena kedua negara telah sepakat menjaga kerahasiaannya.
“Hal itu seharusnya tidak diungkapkan karena dapat menimbulkan banyak masalah, dan kami telah sepakat untuk merahasiakannya,” kata Lee dalam unggahan di X.
Seoul Sebut Ada Kesepakatan Rahasia
Menurut pemerintah Korea Selatan, kerahasiaan transfer tersebut berkaitan dengan sejumlah pertimbangan diplomatik, keamanan, dan kemanusiaan.
Seoul sebelumnya mengkhawatirkan keselamatan kedua tawanan serta keluarga mereka yang masih berada di Korea Utara. Pemerintah Korea Selatan juga menilai pengungkapan identitas dan keberadaan mereka dapat berdampak pada situasi di Semenanjung Korea.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








